Jet Tempur Swiss Dekati Pesawat Rusia, Moskow Tuntut Klarifikasi

Pesawat berisi para wartawan dan pejabat yang akan hadiri pertemuan APEC.

Moskow menuntut penjelasan dari pemerintah Swiss terkait kehadiran pesawat tempur Swiss yang membuntuti pesawat komersial Rusia, yang berisi para wartawan menuju KTT APEC di Peru. Pihak Rusia mengaku sangat khawatir karena pesawat tempur tersebut terlihat sangat dekat membayang-bayangi pesawat Rusia, demikian dikabarkan RT, Sabtu (19/11).

“Kami telah mengirim sebuah surat untuk meminta klarifikasi dan mengekspresikan kebingungan kami atas insiden tersebut. Kami meminta agar insiden semacam ini dapat dicegah ke depannya,” ungkap Kedutaan Besar Rusia di Bern melalui akun Twitter mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyebutkan Rusia sangat khawatir atas betapa dekatnya pesawat militer Swiss mendekati pesawat sipil Rusia.

“Kami mengharapkan penjelasan mereka dan akan mengambil langkah yang sesuai setelah kami mendapatkan penjelasan,” terang Zakharova kepada saluran berita Rossiya 24.

Menanggapi insiden tersebut, Swiss mengatakan bahwa penerbangan tersebut hanya sebuah “patroli rutin”, tulis Reuters. Kementerian Pertahanan Swiss menjelaskan bahwa pesawat jet Swiss terbang berdampingan dengan pesawat Rusia selama tujuh menit dan menambahkan bahwa itu merupakan salah satu patroli yang biasanya dilakukan sekitar 400 kali setahun untuk memeriksa kembali identitas pesawat milik pemerintah asing.

Sumber: RT / YouTube

“Ini seperti patroli polisi di jalan raya yang memeriksa sebuah mobil untuk memastikan mobil tersebut bukan curian,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Swiss kepada Reuters.

Sebelumnya pada Jumat (18/11), menurut beberapa wartawan yang berada di dalam pesawat Rusia, pesawat jet tempur Swiss terbang membayangi pesawat Rusia selama beberapa menit.

Pesawat milik armada khusus pemerintah Rusia membawa para wartawan untuk meliput KTT APEC di Lima, ibu kota Peru. Beberapa pejabat dari delegasi Rusia juga ikut dalam pesawat tersebut.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.