Moskow: Retorika AS Terkait Situasi di Suriah Berdasarkan Kebohongan Besar

AS menyatakan keprihatinannya atas serangan terakhir Rusia di Suriah.

Departemen Luar Negeri AS tidak pernah mendukung klaim kosongnya terhadap tindakan Rusia di Suriah dengan tindakan nyata. Demikian hal itu dinyatakan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti yang dikutip Sputnik.

Sebelumnya, Washington menyatakan keprihatinannya atas serangan terakhir Rusia di Suriah, demikian disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Elizabeth Trudeau dalam sebuah konferensi pers.

“Kami terus mengadakan diskusi mengenai hal ini di Jenewa. Kami telah mengangkat isu pengeboman,” kata Trudeau saat ditanya apakah Washington telah mengangkat isu serangan udara dengan Moskow.

“Kami tidak tahu dari mana Elizabeth Trudeau mendapatkan informasi terkait situasi di Suriah,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan. “Rumor yang ia ceritakan mengenai dugaan kerusakan lima rumah sakit dan sebuah klinik berjalan yang disebabkan serangan udara Rusia menunjukan bahwa seluruh retorika publik Departemen Luar Negeri AS terkait situasi di Suriah hanya berdasarkan kebohongan besar,” terang Konashenkov.

“Tidak peduli seberapa sering kami mendorong mereka untuk menunjukan bukti nyata, mereka tidak memberikan apa pun kecuali tuduhan kosong,” tambah Konashenkov.

Pada Selasa (14/11), Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa kapal fregat Rusia telah menembakkan misil Kalibr ke posisi teroris di Provinsi Idlib dan Homs, Suriah.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.