Kremlin Bantah Kabar Kunjungan Trump ke Rusia

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.

Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.

Alexander Petrov / RIA Novosti
Menurut Rusia, itu hanya kabar burung dan terlalu dini untuk dibicarakan.

Belum ada pembahasan rencana kunjungan presiden terpilih AS Donald Trump ke Rusia, namun berbagai media telah menyebarkan kabar burung tersebut, demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, seperti dilaporkan TASS, Kamis (17/11).

“Untuk saat ini belum ada diskusi terkait kemungkinan kunjungan Trump. Kabar ini benar-benar sebuah spekulasi yang tidak mendasar. Hanya kabar burung,” kata Peskov menanggapi media yang mengabarkan Trump mungkin mengunjungi Rusia tidak lama setelah pelantikan presiden.

“Belum ada informasi spesifik dan belum diketahui apa yang akan terjadi setelah pelantikan. Terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut,” tutur Peskov.

Sebelumnya, beberapa media massa mengutip seorang narasumber dari Partai Republik AS yang menyebutkan rencana kunjungan Trump ke Rusia setelah pelantikan presiden yang akan digelar pada 20 Januari mendatang. Sang narasumber menyebutkan penasihat Trump membujuk beliau untuk mengunjungi Rusia setelah menempati kantor presiden, bukan sebelum upacara pelantikan.

Kemenangan Trump dianggap membawa angin segar bagi hubungan Rusia-AS. Dalam ucapan selamat yang dikirim melalui telegram, Presiden Rusia Vladimir Putin berharap akan ada dialog antara Moskow dan Washington, dengan memperhatikan posisi kedua negara, dapat memenuhi kepentingan AS dan Rusia. Meski demikian, ia sadar bahwa jalan untuk mewujudkan hal itu akan sulit.

Sementara, mantan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengatakan bahwa salah satu prioritas untuk presiden AS selanjutnya ialah ‘reset’ sesungguhnya dengan Rusia, menyebutkan bahwa sentimen anti-Rusia di Amerika telah mencapai titik didih dan berada di level terburuk sejak Perang Dingin.

Duta Besar AS untuk Rusia John Tefft juga menyampaikan pada TASS pada Rabu (9/11) bahwa Rusia akan menjadi salah satu isu utama yang akan menjadi prioritas, bersama dengan konflik Suriah dan Ukraina, dan berharap pemerintahan AS di bawah Trump akan berhasil dalam bidang ini.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.