Kremlin Tegaskan Netralitas Putin Selama Pilpres AS

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Alexei Druzhinin / TASS
Hasil pilpres AS itu sendiri bahkan tetap mengejutkan bagi Moskow.

Pemerintah Rusia, khususnya Presiden Vladimir Putin, tetap mempertahankan netralitasnya selama proses pemilihan presiden AS. Demikian hal itu ditegaskan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (11/11), seperti yang dikutip Sputnik.

"Presiden Putin berusaha untuk tetap netral selama pilpres AS. Ia tidak pernah menunjukkan siapa kandidat favoritnya dan dia sangat berhati-hati mengatakan bahwa Rusia akan menyambut siapa pun pilihan rakyat Amerika dan kami tidak mampu mengintervensi urusan dalam negeri Amerika," kata Peskov kepada CNN dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Jumat.

Menurut Peskov, bahkan hasil pilpres AS itu sendiri tetap mengejutkan Moskow.

Juru bicara Kremlin juga mengatakan bahwa Moskow tidak melakukan kontak resmi dengan tim Donald Trump selama kampanye presiden.

"Saya hanya ingin mengulangi bahwa tidak ada kontak resmi atau kontak apa pun dari Kremlin. Kami sama sekali tidak mengontak mereka (tim Donald Trump)," tambahnya. 

Namun demikian, Peskov mengatakan bahwa pemerintah Rusia tidak mengharapkan hubungan dengan Amerika Serikat akan segera mencair setelah pemilihan. 

"Tidak ada yang mengharapkan bahwa hubungan antara Moskow dan Washington akan membaik dalam dua minggu," jelasnya. "Kami menanggung beban yang sangat berat di bahu kami atas perbedaan pendapat (antara Moskow dan Washington), tapi — tentu saja — jika kedua pemimpin kita (Putin dan Trump) cukup bijaksana untuk menunjukkan kemauan politik dan berbicara satu sama lain, dan mencoba untuk memecahkan masalah, bukan hanya berkonfrontasi satu sama lainnya, tidak dengan menggunakan — katakanlah — sanksi atau hal-hal tidak logis lainnya yang menyakiti kedua belah pihak, maka kita akan benar-benar memiliki kesempatan untuk mencoba memecahkan masalah."

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.