Bloomberg: Meski Lemah, Rubel Paling Menguntungkan Investor

"Menjual aset rubel merupakan keputusan yang tidak bijaksana."

Sejumlah pakar menyarankan para investor untuk tidak meninggalkan aset rubel mereka, sekalipun saat ini mata uang nasional Rusia tersebut tengah melemah. Demikian hal tersebut dipublikasikan oleh Bloomberg.

Dalam beberapa waktu terakhir, aset rubel memberikan keuntungan maksimal kepada para investor meskipun rubel melemah akibat penurunan harga minyak dan kini tengah menunggu berita mengenai rencana Federal Reserve System AS untuk menaikkan suku bunga, demikian dilaporkan Bloomberg.

Hanya dalam tiga bulan terakhir, investor yang telah mengambil hampir nol persen dolar untuk membeli aset rubel, telah menerima hingga tujuh persen keuntungan. Angka tersebut merupakan nilai tertinggi di antara sekitar tiga lusin mata uang lainnya, tulis Bloomberg lebih lanjut.

Menurut para ahli yang diwawancarai oleh Bloomberg, pada tahun depan, keuntungan obligasi rubel dapat mencapai 15 persen. Salah satu perusahaan finansial internasional terbesar Citigroup Inc. menyebut rubel sebagai mata uang paling menguntungkan.

Menurut seorang pakar senior pada harga pasar mata uang dan suku bunga Sberbank CIB Tom Levinson, pada akhir tahun ini nilai tukar rubel dapat menguat hingga 61 rubel per dolar.

Kepala Analis perusahaan Ashmore asal London Jan Dehn percaya bahwa sebaiknya rubel dibeli pada akhir tahun ini. Pada tahun depan, menurut Dehn, peminat rubel akan meningkat seiring dengan melemahnya dolar.

Menurut Lutz Röhmeyer dari Landesbank Berlin Investment, menjual aset rubel merupakan keputusan yang tidak bijaksana, dengan mempertimbangkan sedikitnya pilihan pada pasar valuta asing, obligasi dalam rubel akan mendatangkan keuntungan yang baik.

Pertama kali dipublikasikan oleh RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.