Meski Dianggap Ancaman Utama, Rusia Tetap Siap Jalin Hubungan dengan AS

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.

TASS
Rusia dan AS sama-sama tak berniat untuk terus memperburuk situasi.

Rusia dan AS sama-sama tak berniat untuk terus memperburuk situasi di antara mereka, sehingga pada akhirnya hubungan bilateral kedua negara akan kembali normal, demikian disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev kepada Sputnik, Selasa (1/11).

Menurut Patrushev, Rusia sudah siap untuk bekerja sama dengan AS dengan prinsip kesetaraab, daripada terus dianggap sebagai salah satu ancaman terbesar keamanan nasional AS.

“Kami siap bekerja dengan rekan-rekan AS kami dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati kepentingan masing-masing. Untuk saat ini, Rusia masuk dalam daftar ancaman besar terhadap keamanan nasional AS,” kata Patrushev.

“Pengalaman sejarah kontemporer telah menunjukan bahwa pada akhirnya hubungan AS-Rusia akan kembali pada jalurnya, apalagi semakin memburuknya hubungan bilateral tidak memuaskan kepentingan Moskow maupun Washington,” terang Patrushev.

Hubungan Rusia dan AS kian memanas dalam beberapa bulan terakhir. AS menyalahkan Moskow dan Damaskus atas dugaan pengeboman terhadap warga sipil dan kelompok oposisi bersenjata di Suriah. Sementara, Rusia dan pemerintah Suriah bersikeras bahwa mereka hanya menyerang posisi teroris dan menyalahkan AS atas ketidakmampuan mereka untuk memisahkan kelompok "oposisi moderat" dan teroris.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.