FBI Tak Temukan Hubungan Antara Trump dengan Pemerintah Rusia

Donald Trump membantah dugaan keterkaitannya dengan pemerintah Rusia serta menambahkan bahwa ia tidak memiliki bisnis apa pun di Rusia.

Donald Trump membantah dugaan keterkaitannya dengan pemerintah Rusia serta menambahkan bahwa ia tidak memiliki bisnis apa pun di Rusia.

AP
Putin tegaskan Rusia tidak memiliki calon favorit dalam pemilu presiden AS.

Biro Federal Investigasi AS (FBI) belum menemukan hubungan antara calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan para penasihatnya dengan pemerintah Rusia, demikian dilaporkan surat kabar The New York Times, dikutip Sputnik, Selasa (1/11).

Menurut salah seorang pejabat penegak hukum yang dikutip The New York Times, FBI juga menyimpulkan bahwa peretasan surel calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton bertujuan untuk mengganggu jalannya pemilu, bukan untuk menciptakan kemenangan Trump.

Pada 7 Oktober lalu, pemerintah AS secara terang-terangan menuduh Rusia mencoba mencampuri hasil pemilu presiden AS. Pejabat tinggi Rusia telah membantah dugaan tersebut, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin yang pada 27 Oktober mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki calon favorit dalam pemilu presiden AS, tapi akan bersedia bekerja sama dengan siapa pun yang terpilih menjadi presiden baru AS.

Putin juga mengecam upaya yang menghubungkan Trump dengan Rusia sebagai sebuah “tujuan sederhana atas perjuangan politik dan sebuah metode dalam memanipulasi opini publik” pada malam sebelum berlangsungnya pemilu.

Pada debat calon Presiden AS awal Oktober lalu, kandidat dari partai Republik Donald Trump menyatakan bahwa ia ingin menjalin hubungan baik dengan Rusia dan bekerja sama melawan ISIS. Namun, Trump membantah dugaan keterkaitannya dengan pemerintah Rusia serta menambahkan bahwa ia tidak memiliki bisnis apa pun di Rusia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.