Dituduh Mengebom Sekolah, Kemhan Rusia: Tak Ada Tanda-tanda Serangan Udara

"Video yang dipublikasikan di berbagai media Barat tampaknya terdiri dari lebih dari sepuluh rekaman yang berbeda yang difilmkan pada waktu yang berbeda dalam satu hari — dan dalam resolusi yang berbeda pula — yang kemudian diedit menjadi satu klip," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov.

"Video yang dipublikasikan di berbagai media Barat tampaknya terdiri dari lebih dari sepuluh rekaman yang berbeda yang difilmkan pada waktu yang berbeda dalam satu hari — dan dalam resolusi yang berbeda pula — yang kemudian diedit menjadi satu klip," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov.

Ria Novosti_Alexander Vilf
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov menyebutkan bahwa tidak adanya pesawat Pasukan Kedirgantaraan Rusia yang melintas di wilayah udara di sekitar sekolah yang diserang pada pagi hari itu adalah sebuah "fakta tak terbantahkan".

Rusia segera mengirimkan drone untuk menganalisis lokasi yang diduga sebagai tempat terjadinya serangan terhadap sebuah sekolah di Provinsi Idlib, Suriah, pada Rabu (26/10). Demikian hal tersebut diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti yang dikutip RT

Berdasarkan gambar yang diperoleh, drone ternyata tidak melihat adanya bukti serangan udara sebagaimana yang telah digembar-gemborkan media Barat. Kemhan pun menuduh White Helmets, jaringan pertahanan sipil yang didanai Barat, telah memalsukan gambar digital atas serangan tersebut. 

Sumber: Sputnik / YouTube

"Pada Kamis (27/10), sebuah pesawat tanpa awak (UAV) Rusia dikirimkan ke lokasi serangan untuk mengambil pencitraan digital secara rinci," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov. "Sebagaimana yang bisa Anda lihat dari foto yang diambil oleh UAV, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada atap sekolah atau kawah yang terbentuk sebagai akibat dari serangan udara di sekitarnya."

"Kami telah menganalisis foto dan video 'bukti' serangan itu. Video yang dipublikasikan di berbagai media Barat tampaknya terdiri dari lebih dari sepuluh rekaman yang berbeda yang difilmkan pada waktu yang berbeda dalam satu hari — dan dalam resolusi yang berbeda pula — yang kemudian diedit menjadi satu klip," lanjut Konashenkov.

Berdasarkan gambar yang diperoleh, drone tidak melihat adanya bukti serangan udara. Sumber: Kementerian Pertahanan RusiaBerdasarkan gambar yang diperoleh, drone tidak melihat adanya bukti serangan udara. Sumber: Kementerian Pertahanan Rusia

"Foto yang dipublikasikan AFP menunjukkan bahwa hanya ada satu dinding sekolah yang rusak, dan semua meja di dalam ruang kelas berada di tempatnya. Kita pun bisa melihat bahwa pagar di luar ruangan, yang terlihat melalui lubang dari dinding kelas, tidak memiliki tanda-tanda kerusakan akibat pengeboman. Jika sekolah ini benar-benar diserang dengan bom dari udara, kondisi fisik seperti ini mustahil terjadi. Berbagai perabotan di dalam ruangan itu sudah pasti tersapu oleh gelombang ledakan, dan akan ada tanda-tanda kerusakan yang berada baik di dinding kelas maupun di pagar luar."

Jubir kemhan mengatakan bahwa temuan drone Rusia bisa diverifikasi oleh pihak Amerika. Menurutnya, dalam misi pencitraan digital itu, sebuah UAV MQ-1B Predator milik Amerika juga berada di lokasi yang sama.

Pejabat Moskow mengatakan bahwa hasil temuan drone Rusia bisa diverifikasi oleh pihak Amerika. Sumber: Kementerian Pertahanan RusiaPejabat Moskow mengatakan bahwa hasil temuan drone Rusia bisa diverifikasi oleh pihak Amerika. Sumber: Kementerian Pertahanan Rusia

Konashenkov juga menambahkan bahwa tidak adanya pesawat Pasukan Kedirgantaraan Rusia yang melintas di wilayah udara di sekitar sekolah yang diserang pada pagi hari itu adalah sebuah "fakta tak terbantahkan".    

Insiden ini pertama kali dilaporkan oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di London dan jaringan pertahanan sipil yang didanai oleh Barat, yang kerap disebut White Helmets, tulis RT. Pusat Media Idlib yang dikuasai kelompok oposisi uga mengonfirmasi serangan terhadap sebuah sekolah, menyebut sebuah 'roket' mengenai sekolah tesebut.

White Helmets adalah jaringan pertahanan sipil yang didanai oleh Barat yang beroperasi di Suriah. Misi resmi organisasi ini adalah untuk menawarkan pertolongan pertama kepada para korban pemboman. Namun, pihak berwenang Suriah dan Rusia menuduh White Helmets telah menyebarkan propaganda antipemerintah dan memiliki hubungan dekat dengan pemberontak radikal.

Setidaknya 28 warga sipil, sebagian besar anak-anak, tewas akibat serangan udara yang menghantam kompleks sekolah di Desa Hass, terang aktivis, yang menduga serangan itu dilakukan oleh pesawat tempur Rusia atau Suriah.

Serangan tersebut dikecam keras oleh UNICEF PBB, yang menyebutnya sebagai 'kejahatan perang'. Mereka menyatakan ini mungkin merupakan 'serangan paling mematikan terhadap sekolah' sejak awal perang Suriah.

"Ini adalah tragedi. Ini adalah kekejian. Dan jika terjadi secara disengaja, ini adalah kejahatan perang. Orangtua kehilangan anak-anaknya, guru kehilangan para siswanya, luka baru bagi masa depan Suriah," kata Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.