LinkedIn Mungkin Akan Diblokir di Rusia

Jejaring sosial profesional LinkedIn sedang menjadi target UU Data Pribadi Rusia.

Jejaring sosial profesional LinkedIn sedang menjadi target UU Data Pribadi Rusia.

AFP/East News
Jejaring sosial ini diduga melakukan penyalahgunaan data pribadi warga yang tidak menggunakan layanan situs itu tanpa persetujuan si pemilik data.

LinkedIn, jejaring sosial profesional terbesar di dunia, akan menjadi sasaran pertama dari penerapan UU Federal Rusia mengenai Data Pribadi, tulis surat kabar Rusia Kommersant.

Menurut pengawas internet Rusia, Badan Federal Pengawas Telekomunikasi, Teknologi Informasi, dan Komunikasi Massa, LinkedIn tidak mengirim jaringannya ke Rusia. Selain itu, mereka mengumpulkan dan mengirimkan informasi warga yang tidak menggunakan LinkedIn tanpa persetujuan pemilik data.

Lembaga tersebut menyatakan aktivitas LinkedIn yang mengumpulkan, menggunakan, menyimpan, serta mengirimkan data pribadi warga melanggar undang-undang Rusia.

Melihat fakta bahwa LinkedIn tidak memiliki kantor perwakilan di Rusia, pengawas federal mengambil langkah hukum meminta pengadilan untuk membatasi akses jaringan ini. Pengadilan Distrik Tagansky di Moskow telah mengusung petisi tersebut.

“Keputusan ini jelas menarik perhatian karena melibatkan salah satu perusahaan online global yang paling terkenal,” demikian komentar Yekaterina Tilling dari firma hukum Tilling Peters LLC.

Tilling menambahkan bahwa LinkedIn tidak dilibatkan dalam proses tersebut, tapi mereka mendapat informasi mengenai kasus ini. “Pengadilan akan mengevaluasi bukti yang diserahkan oleh Badan Federal dan mengeluarkan keputusan sesuai kerangka yang telah ditentukan,” terang Tilling.

Sementara itu, Penasihat Kepresidenan Rusia mengenai Internet German Klimenko menyatakan pada surat kabar Kommersant bahwa jika Badan Federal menang dan berhasil memblokir LinkedIn, hal itu akan menjadi peringatan bagi perusahaan-perusahaan yang menyalahgunakan data pribadi warga Rusia, termasuk Facebook, Twitter, dan perusahaan-perusahaan asing lainnya.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.