Teheran Berharap Menlu Rusia Kunjungi Iran Tahun Ini

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (kanan) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri konferensi pers di pasanggrahan Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, 17 Agustus 2015.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif (kanan) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menghadiri konferensi pers di pasanggrahan Kementerian Luar Negeri Rusia di Moskow, 17 Agustus 2015.

Getty Images / Fotobank
Pemerintah Iran memang sedang menunggu kunjungan Lavrov ke negaranya.

Teheran masih menunggu kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada tahun ini. Demikian hal tersebut diungkapkan Duta Besar Iran untuk Rusia Mehdi Sanaei kepada Sputnik. Namun menurut Sanaei, kunjungan sang menlu belum masuk pada agenda resmi. 

"Menteri-menteri kita secara reguler melakukan konsultasi melalui telepon. Baru-baru ini, mereka juga telah bertemu di Lausanne. Ini berarti (antara Rusia dan Iran) ada pertukaran pandangan. Iran memang sedang menunggu kunjungan Lavrov dan itu telah dilaporkan kunjungan itu akan berlangsung tahun ini. Namun, agenda itu masih belum dimasukkan dalam program kunjungan resmi. Mungkin agenda pertemuan ini disebabkan oleh fakta bahwa kedua menlu sering bertemu di berbagai kesempatan," kata Sanaei.

Sidang komisi antarpemerintah Rusia-Iran dijadwalkan berlangsung pada tanggal 5 – 7 Desember mendatang di ibu kota Iran, Teheran, kata Sanaei kepada Sputnik

"Terkait perkonomian, sidang komisi antarpemerintah Rusia-Iran yang sangat penting dijadwalkan berlangsung pada 5 – 7 Desember mendatang. Saya harap kegiatan ini akan memberikan dorongan baru untuk hubungan perdagangan dan ekonomi," kata Sanaei.

Menurut Sanaei, Menteri Energi Rusia Alexander Novak, yang merupakan salah satu pimpinan komisi, akan menghadiri pertemuan tersebut. 

"Pada tanggal 13 – 14 November, Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matviyenko akan berkunjung ke Teheran. Selama kunjungannya, Matviyenko diharapkan bisa bernegosiasi dengan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani," ujar Sanaei.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.