Rusia Pertimbangkan Pemasokan Kapal Selam Varshavyanka untuk Indonesia

Kapal selam Proyek 636 yang telah dimodifikasi ini memiliki efektivitas tempur yang lebih tinggi.

Kapal selam Proyek 636 yang telah dimodifikasi ini memiliki efektivitas tempur yang lebih tinggi.

RIA Novosti
Kapal selam ini disebut-sebut mampu mendeteksi target pada jarak tiga sampai empat kali lebih besar dibandingkan kemampuan deteksi musuh.

Rusia tengah mempertimbangkan kemungkinan pemasokan kapal selam non-nuklir Varshavyanka (Proyek 636) untuk Indonesia. Demikian hal tersebut diutarakan Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknik-Militer Rusia (FSMTC) Anatoly Punchuk kepada RIA Novosti.

"Negara-negara Asia-Pasifik menunjukkan minat yang stabil terhadap kapal selam disel-elektrik Proyek 636 Varshavyanka. Saat ini, kemungkinan pemasokan kapal selam tersebut tengah dipertimbangkan dengan pihak Indonesia," kata Punchuk.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menjalankan negosiasi tambahan dengan sejumlah mitra untuk membahas rincian teknis kerja sama.

Kapal selam Varshavyanka adalah kapal selam generasi ketiga yang memiliki berat benaman 3.950 ton. Dengan bobotnya itu, kapal selam ini bisa melaju di bawah air dengan kecepatan 20 knot dan mampu menyelam sedalam 300 meter. Varshavyanka juga dapat menampung hingga 52 orang awak kapal.

Kapal selam Proyek 636 yang telah dimodifikasi ini memiliki efektivitas tempur yang lebih tinggi. Varshavyanka dilengkapi dengan torpedo berkaliber 533 milimeter (sebanyak enam unit), bom, dan sistem rudal ‘Kalibr’. Kapal ini juga mampu mendeteksi target pada jarak tiga sampai empat kali lebih besar dibandingkan kemampuan deteksi musuh. Atas kemampuan silumannya tersebut, kapal selam ini mendapat julukan ‘lubang hitam’ oleh NATO.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.