Rusia Akan Merespons dengan Keras Jika AS Kembali Jatuhkan Sanksi

"Kita lihat saja nanti," kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menaggapi minat Washington bekerja sama dengan Moskow terkait Suriah dalam pembicaraan telepon pada Senin (24/10) malam.

"Kita lihat saja nanti," kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov menaggapi minat Washington bekerja sama dengan Moskow terkait Suriah dalam pembicaraan telepon pada Senin (24/10) malam.

AP
AS dan Uni Eropa sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas krisis Suriah.

Rusia akan selalu merespons kemungkinan dijatuhkannya sanksi-sanksi baru oleh Amerika Serikat. Demikian hal itu ditegaskan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, Selasa (25/10).

"Bukan begitu. Dia mengatakan bahwa kami pasti akan merespons jika ada sanksi-sanksi baru yang dijatuhkan," ujar Lavrov kepada saluran berita Rusia RBC ketika dimintai penjelasan atas pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Sergey Ryabkov sebelumnya, yang mengindikasikan "serangkaian rencana" telah disiapkan sebagai pembalasan.

"Pertama, kami akan melihat apa tujuan mitra AS kami yang memberikan ancaman, tetapi di sisi lain terus berdialog dengan kami," tambah Lavrov, seperti yang dikutip Sputnik

Lavrov mengatakan, Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah menyatakan minat Washington untuk bekerja sama dengan Moskow terkait Suriah dalam pembicaraan telepon pada Senin (24/10) malam.

"Kita lihat saja nanti," kata Lavrov menekankan.

Hubungan Rusia dan AS kian memanas dalam beberapa bulan terakhir. AS menyalahkan Moskow dan Damaskus atas dugaan pengeboman terhadap warga sipil dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata di Suriah. Rusia dan pemerintah Suriah bersikeras bahwa mereka hanya menyerang posisi teroris, dan menyalahkan AS atas ketidakmampuan mereka untuk membedakan antara kelompok yang disebut "oposisi moderat" dan teroris.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.