Rusia Bantah Kabar Peretas AS Serang Situs Kemenlu

Para ahli siber Rusia tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

Para ahli siber Rusia tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.

Alamy/Legion Media
Situs lama kementerianlah — yang tak lagi digunakan — yang justru diduga telah diserang peretas.

Situs resmi Kementerian Luar Negeri Rusia masih berfungsi secara normal dan tidak diretas oleh siapa pun, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, Minggu (23/10). Menurutnya, situs lama kementerianlah — yang tak lagi digunakan — yang justru diduga telah diserang peretas.

"Situs Kementerian Luar Negeri Rusia yang menurut CNN telah diretas oleh peretas Amerika masih berfungsi secara normal dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Memang, situs (kemenlu) sering kali menjadi sasaran serangan siber, dan ancaman ini meningkat setelah 2013," tulis Zakharova melalui akun Facebook-nya. "Namun, yang diretas sebenarnya adalah situs lama kemenlu yang sudah tak lagi digunakan."

Namun demikian, Zakharova juga mengungkapkan bahwa kini para ahli tengah melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi. "Jika mereka (CNN) tahu bahwa itu adalah serangan siber dari Amerika, itu berarti entah Biden (wapres AS) dan McFaul (mantan dubes AS untuk Rusia) telah membicarakan hal ini di kantor, atau kampanye pemilu provokatif yang jahat di AS telah mendorong seseorang untuk melampiaskan kemarahannya," tulisnya.

Menurut sang diplomat Rusia, CNN tidak meminta konfirmasi apa pun terkait laporan serangan siber yang diduga dilakukan peretas AS pada situs Kemenlu Rusia. 

"Mereka tampaknya memiliki beberapa bukti yang tak terbantahkan bahwa hal itu memang dilakukan oleh seorang peretas Amerika," tambahnya. "CNN seharusnya kan tidak boleh melaporkan sesuatu yang tidak akurat, bukan begitu?"

Sebelumnya pada Sabtu (22/10), CNNmelaporkan bahwa The Jester, peretas asal AS, telah meretas situs Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.