Cari Sumber Minyak dengan Satelit, Rusia Keluarkan Dana Miliaran

‘Resurs-PM’ akan digunakan untuk meneliti sumber daya alam Bumi.

Badan antariksa Rusia Roskosmos menghabiskan dana sebesar 16 miliar rubel (sekitar 3,3 triliun rupiah) demi membangun kompleks optik elektronik angkasa yang digunakan untuk meneliti sumber daya alam di Bumi dan sistem antariksa dengan dasar ‘Resurs-PM’. Demikian hal tersebut dikutip dari dokumen perusahaan Roskosmos.

Data yang diperoleh ‘Resurs-PM’ nantinya akan digunakan untuk membuat dan memperbarui peta topografi dan perencanaan kota, pengendalian polusi dan degradasi lingkungan alam, memantau keadaan darurat (banjir, kekeringan, tanah longsor, kebakaran, dan lain-lain), pemantauan lingkungan, sertas inventarisasi sumber daya alam (lahan pertanian dan hutan, padang rumput, wilayah penangkapan ikan, dan lain-lain).

Selain itu, data yang didapat ‘Resurs-PM’ nantinya juga akan digunakan untuk pencarian minyak, gas, bijih, dan deposit mineral lainnya, mengontrol pembangunan daerah, penyimpanan air dan kawasan konservasi, pembangunan jalan raya dan bangunan besar lainnya, serta mendeteksi dan menerima informasi yang berasal dari stasiun kapal dan kerja sama internasional.

Sistem orbit kompleks optik elektronik angkasa ini akan terdiri dari setidaknya tiga pesawat ruang angkasa ‘Resurs-PM’. Selain itu, baik kompleks ruang angkasa, sistem navigasi GLONASS dan kompleks perencanaan target daratan, penerimaan dan distribusi informasi jarak jauh, maupun sistem penyiaran multifungsi luar angkasa ‘Luch’ akan masuk ke dalam rangkaian sistem.

Pusat Roket Luar Angkasa ‘Progress‘ terpilih sebagai kontraktor dan akan menyelesaikan proyek ini hingga 25 November 2022.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.