Warga Serbia Bangun ‘Gereja Putin’, Hadiah untuk Presiden Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin berdoa di Katedral Asumsi.

Presiden Rusia Vladimir Putin berdoa di Katedral Asumsi.

EPA / Vostock-Photo
Tahun depan, penduduk Banstol — sebuah kota kecil di Serbia — akan membangun sebuah gereja baru yang, meskipun secara resmi didedikasikan untuk Maria Magdalena, sebenarnya dibangun untuk menghormati Presiden Rusia Vladimir Putin. Demikian hal itu dilaporkan Sputnik.

Pada awalnya, rencana pembangunan gereja ini dimulai dari ide pembangunan sebuah gereja kayu yang didedikasikan untuk mengenang korban Operasi Badai di Srpska Krajina pada 1995, yang merupakan pertempuran besar terakhir pada Perang Kroasia. Namun ternyata, Uskup Vasilije dari Srem berhasil mengumpulkan dana untuk membangun gereja yang lebih besar.

Branko Simonovic, seorang warga Banstol yang memprakarsai pembangunan gereja, mengatakan kepada media setempat bahwa gereja seluas 200 meter persegi ini akan terlihat seperti gereja Santo Nikolay Rusia di Sofia, Bulgaria.

Simonovic memberi beberapa alasan atas keputusan untuk membangun sebuah gereja ala Rusia di Serbia.

"Pertama, banyak orang Rusia pindah ke Sremski Karlovci setelah Revolusi Bolshevik tahun 1917. Kedua, Serbia pernah menjadi kedudukan sementara Gereja Ortodoks Rusia di Luar Rusia (sebuah bagian semiotonom dari Gereja Ortodoks Rusia -red.), dan ketiga, emigran Rusia telah berbuat banyak untuk membantu orang-orang Serbia," kata Simonovic menjelaskan, seperti yang dikutip Sputnik.

Branko Simonovic percaya bahwa "gereja Putin" akan membantu menghidupkan kembali Banstol, yang telah rusak akibat Perang Yugoslavia 1991 – 1999.

"Putin adalah 'merek' yang diakui secara internasional, dan saya tidak melihat alasan mengapa kita tidak bisa memiliki sesuatu di sini yang didedikasikan untuknya. Ini juga bisa dilihat sebagai hadiah untuk Putin dari kami," ujar Simonovic menambahkan.

Orang-orang di Banstol dan anggota Keuskupan Srem dari Gereja Ortodoks Serbia berharap bahwa rumah ibadah yang sebetulnya tak resmi dinamai dengan nama presiden Rusia ini akan mendorong banyak orang berkantong tebal di Serbia untuk berkontribusi dalam pembangunan gereja, tulis Sputnik Serbia.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.