Diplomat Rusia: Washington Tampaknya Ingin Hancurkan Hubungan dengan Moskow

Akan diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan hubungan itu.

Moskow akan menemukan cara untuk merespons kemungkinan dijatuhkannya sanksi baru terhadap Rusia oleh Amerika Serikat, kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, Sabtu (22/10).

"Terkait kemungkinan perpanjangan daftar sanksi AS di tengah alasan yang sebagian besar tidak masuk akal dan tak beralasan — kami akan menemukan cara untuk merespons hal ini sehingga keseimbangan akan berubah, dan itu akan merugikan kepentingan AS," kata Ryabkov kepada RIA Novosti, seperti yang dikutip Sputnik.

Pada Jumat (21/10), Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa Amerika Serikat dan mitra-mitranya akan terus membahas sanksi ekonomi terhadap Rusia atas situasi di Suriah.

Menanggapi hal ini, Ryabkov mengatakan bahwa Amerika Serikat tampaknya ingin sepenuhnya menghancurkan hubungan bilateral dengan Rusia dengan membuat pernyataan seperti itu.

"Ini tampaknya tidak seperti masalah-masalah lain yang sering kali dikhawatirkan pemerintah AS. Mereka (AS) sepertinya bertujuan untuk menghancurkan hubungan dengan Rusia sepenuhnya, sehingga akan diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan hubungan itu," kata Ryabkov.

Barat menyalahkan Moskow dan Damaskus atas dugaan pengeboman terhadap warga sipil dan kelompok-kelompok oposisi bersenjata di Suriah. Rusia dan pemerintah Suriah bersikeras bahwa mereka hanya menyerang posisi teroris, dan menyalahkan AS atas ketidakmampuan mereka untuk membedakan antara kelompok yang disebut "oposisi moderat" dan teroris.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.