Kunjungi Surabaya, Dubes Wahid Dorong Kerja Sama ITS-Vladivostok

Rektor Institut Sepuluh Nopember (ITS) Profesor Joni Hermana (kiri) dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi.

Rektor Institut Sepuluh Nopember (ITS) Profesor Joni Hermana (kiri) dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi.

ITS
Wahid juga menggagas kerja sama kota kembar antara Surabaya-Vladivostok.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi menemui Rektor Institut Sepuluh Nopember (ITS) Profesor Joni Hermana untuk membahas peluang kerja sama antara ITS dengan lembaga pendidikan di Rusia, demikian dilansir Okezone.

Saat ini, ada 17 mahasiswa Indonesia yang tercatat tengah menempuh pendidikan di beberapa universitas di Vladivostok.
Menurut Wahid, sudah ada kampus di Rusia yang melirik perkembangan teknologi di ITS, salah satunya Universitas Negeri Ekonomi dan Jasa Vladivostok (VSUES) yang terkenal unggul di bidang konstruksi kapal. "VSUES sudah menyatakan ingin menjalin kerja sama dengan ITS di bidang teknik perkapalan dan kemaritiman," tutur Wahid, Rabu (19/10).

Wahid berharap, kelak mahasiswa ITS dan Rusia bisa saling bertukar pengalaman melalui program pertukaran pelajar, riset gabungan, kunjungan profesor, dan gelar ganda (double degree).

"Mungkin juga akan ada kerja sama di bidang teknologi industri, apalagi melihat ITS sudah berhasil merilis motor listrik Gesits," tutur Wahid.

Selain itu, sang duta besar juga ingin menggagas peluang kerja sama guna pembentukan kota kembar Vladivostok-Surabaya, karena kedua kota sama-sama merupakan kota pelabuhan. Kerja sama ini, menurut Wahid, akan didahului dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Vladivostok dengan Kadin Surabaya.

Kota kembar atau kota bersaudara adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antarpenduduk. Konsep kota kembar bisa diumpamakan sebagai sahabat pena antara dua kota. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerja sama di bidang budaya dan perdagangan.

Sebelumnya pada Juli lalu, Dubes Wahid juga menyampaikan keinginannyaterkait kerja sama sister city antara Republik Tatarstan dengan Daerah Istimewa Aceh kepada Presiden Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov di ibu kota Tatarstan, Kazan.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More