Rusia Akan Tanggapi Ancaman ‘Pembalasan’ Serangan Siber AS

Pejabat AS menuduh Rusia berada di balik peretasan situs Partai Demokrat.

Rusia akan bereaksi terhadap kemungkinan serangan siber AS yang diduga menjadi ajang pembalasan. Demikian hal itu disampaikan Ajudan Presiden Rusia Yury Ushakov pada Sabtu (15/10) di sela-sela KTT BRICS.

"Tentu saja kami akan bereaksi," ujar Ushakov, seperti yang dikutip Sputnik.

Ushakov menambahkan bahwa ia menganggap pesan AS sebagai sikap kasar yang ditunjukkan secara terang-terangan.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Joe Biden menanggapi serangan peretas yang diduga dilakukan oleh Rusia.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pekan lalu, para pejabat AS menuduh bahwa Rusia berada di balik peretasan situs partai politik dan sistem pemilu negara, serta pembocoran informasi pada situs DCLeaks.com, WikiLeaks, dan peretas Guccifer 2.0. 

Pada Kamis (13/10), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa ancaman balasan terhadap Rusia sangat mencengangkan, apalagi Moskow tidak menerima tuduhan resmi dari Washington.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.