Tergabung dalam Hizbut Tahrir, FSB Tangkap Lima Warga Muslim Tatar Krimea

Kegiatan organisasi Hizbut Tahrir meresahkan umat Islam Krimea.

Lima warga muslim Tatar Krimea yang tergabung dalam organisasi teroris Hizbut Tahrir (dilarang di Rusia) ditahan di Krimea, menyususul operasi yang dilakukan Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia di semenanjung itu. Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Mufti Krimea Esadullah Bairov, seperti yang dikutip RIA Novosti.

Media Interfax melaporkan, operasi dilakukan di permukiman muslim di Desa Stroganova dan daerah Kamenka di pinggiran kota Simferopol, ibu kota Republik Krimea.

Menurut Bairov, kelima tersangka akan dijerat pasal 205.5 KUHP Rusia tentang ‘kegiatan dan partisipasi dalam organisasi teroris’.

"Para tersangka kini dibawa ke komite investigasi FSB Rusia untuk diinterogasi. Menurut aparat penegak hukum, di lokasi penyergapan ditemukan sejumlah barang bukti berupa buku dan diska lepas (flash drive) yang berisi berbagi materi mengenai organisasi tersebut. Hizbut Tahrir merupakan organisasi terlarang di Rusia dan dikategorikan sebagai kelompok teroris," kata Bairov.

Sang mufti juga mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim agar lebih waspada dengan organisasi ini, serta mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi diri dan keluarga mereka dari pengaruh Hizbut Tahrir.

Sebelumnya, Zaur Smirnov, salah seorang anggota pemerintah Republik Krimea, mengatakan bahwa kegiatan Hizbut Tahrir secara khusus juga memancing amarah masyarakat muslim Krimea. Menurut Smirnov, dalam beberapa waktu terakhir, pendukung Islam radikal diketahui telah melarang muslim Krimea untuk memasuki sejumlah masjid.

Kelompok Hizbut Tahrir al-Islami diakui sebagai organisasi teroris di sejumlah sejumlah negara di dunia. Di Rusia, segala kegiatannya organisasi ini sudah dilarang oleh keputusan Mahkamah Agung sejak 2003. Organisasi ini bertujuan untuk menghapuskan pemerintahan non-Islam dan menegakkan hukum Islam di seluruh dunia dengan mendirikan sebuah ‘kekhalifahan dunia’. Anggota Hizbut Tahrir al-Islami lainnya juga terus ditangkap dan ditahan di berbagai wilayah Rusia, terutama di kota-kota besar di Rusia tengah, wilayah Volga, Siberia, dan Krimea.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.