Moskow Siap Serahkan Peretas Data The Wall Street dengan ‘Imbalan’

Diplomat Amerika di Rusia belum merespon permintaan 'imbalan' oleh Moskow.

Rusia mengusulkan penyerahan Joshua Aaron, warga Amerika Serikat yang menjadi tersangka atas peretasan data The Wall Street, dengan sebuah ‘imbalan’. Demikian hal tersebut dilaporkan Bloomberg mengacu pada informasi yang dirilis oleh sejumlah sumber. Meski begitu, hingga kini Rusia belum mendapat respons dari para diplomat Amerika di Moskow atas usulan tersebut.

Joshua Aaron yang tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Florida bersama dengan dua warga Israel lainnya diduga menjadi dalang pencurian basis data JPMorgan Chase & Co. dan sejumlah perusahaan lain sejak 2007 hingga 2015. Selama periode tersebut, para tersangka diasumsikan telah mencuri data lebih dari 100 juta klien. Komplotan hacker ini diketahui telah meretas komputer, melakukan penipuan uang, melakukan perjudian ilegal melalui internet, penipuan surat-surat berharga, serta kejahatan besar lainnya.

Aaron ditangkap di Moskow pada Mei lalu di sebuah apartemen sewaannya karena paspor yang ia miliki sudah tidak berlaku lagi. Pengadilan Rusia memutuskan untuk mendeportasi warga Amerika ini dan mengenakannya denda sejumlah lima ribu rubel (80 dolar AS). Joshua diketahui memiliki visa Rusia yang berlaku selama lima tahun. Seharusnya, ia meninggalkan Rusia paling tidak sekali setiap enam bulan. Namun, hal itu tak pernah ia lakukan.

Saat ini, Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS. Aaron kini mendekam di rumah detensi imigrasi Moskow dan negosiasi atas pemulangannya ke Amerika masih berlangsung. Di Amerika, Aaron akan langsung ditangkap oleh pihak berwenang setempat, tulis Bloomberg.

Hingga saat ini, Kedutaan Besar AS di Moskow dan badan penegak hukum di Rusia belum mengomentari situasi tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.