Menlu Lavrov: Tidak Ada Tanda-tanda AS Memerangi Teroris di Suriah

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Kementerian Luar Negeri Rusia
Moskow tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa AS berperang melawan kelompok teroris al-Nusra di Suriah. Demikian hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Rusia Channel One, Minggu (9/10).

Menurut Lavrov, pesawat-pesawat tempur AS kembali ke pangkalan udara mereka dengan amunisi yang tidak terpakai. Pesawat-pesawat itu melakukan banyak penerbangan, tetapi efisiensi penerbangan sangat rendah, hanya sekitar 15 – 20 persen. 

"Washington bahkan meminta Moskow untuk berhenti melakukan pengeboman di Aleppo karena diduga ada perwakilan-perwakilan oposisi moderat yang terkepung dan tak bisa ke mana-mana, selain ke al-Nusra," kata menlu Rusia, seperti yang dikutip Sputnik.

Lavrov menyebut bahwa permintaan AS itu dinilai mencurigakan. Menurut Lavrov, pejabat Washington meminta pihak Rusia untuk tidak ‘menyentuh’ kelompok al-Nusra karena itu tidak manusiawi bagi (kelompok) ‘oposisi moderat’, dan mereka berjanji akan melawan al-Nusra di kemudian hari. Namun, hal tersebut tidak pernah terjadi. "Washington berjanji untuk memisahkan ‘oposisi moderat’ dari kelompok al-Nusra pada bulan Februari lalu," tambah Lavrov.

Pada saat yang sama, Lavrov mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry membantah adanya "niat tersembunyi untuk mempertahankan kelompok teroris serta membuat mereka terbebas dari serangan agar mereka menjadi kekuatan baru untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar Assad."

Di bawah percakapan penuh tekanan itu, AS mengklaim bahwa mereka telah membunuh salah satu pemimpin Front Nusra, Namun demikian, hal itu merupakan “kasus yang terpisah” yang tidak mencerminkan kebijakan pemerintahan AS.

"Setelah pemerintahan Ronald Reagan menciptakan al-Qaeda, kemudian disusul ISIS yang diciptakan pemerintahan George W. Bush, kami tidak ingin pemerintahan Barack Obama juga berperan dalam sejarah sebagai salah satu yang memperkuat dan memastikan keberhasilan kelompok teroris lainnya yang disebut Front Nusra," lanjut Lavrov. 

Namun, "Obama telah berulang kali mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa ia mendukung solusi politik dalam mengatasi krisis di Suriah," tutup Lavrov.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.