Temui Banyak Persamaan, Rusia Ingin Tingkatkan Kerja Sama dengan Jawa Barat

Pusat Muslim utama di Republik Bashkortostan, Masjid-Madrasah Agung Lala-Tulip dibangun pada 1990-1998.

Pusat Muslim utama di Republik Bashkortostan, Masjid-Madrasah Agung Lala-Tulip dibangun pada 1990-1998.

Lori
Gubernur Jawa Barat menyambut baik niat Rusia dan telah membuat proposal pembentukan hubungan persahabatan dengan Republik Bashkortostan.

Kepala Republik Bashkortostan Rustem Khamitov berencana untuk bekerja sama dengan Jawa Barat di bidang perdagangan, ekonomi, pendidikan, dan budaya. Demikian hal tersebut dinyatakan Khamitov dalam kunjungan Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi ke Republik Bashkortostan. Kedua belah pihak sepakat bahwa Jawa Barat dan Bashkortostan memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan bersama-sama.

"Kami harus segera membangun hubungan bisnis antarnegara," kata kepala Bashkortostan. "Kami siap membentuk delegasi kerja. Kami akan mengimbau rekan pengusaha untuk datang mengunjungi Indonesia dan meninjau langkah-langkah yang saling menguntungkan."

Lebih lanjut, Khamitov menyampaikan keinginan Bashkortostan untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia di bidang produksi dan penyulingan minyak, teknik mesin, pertambangan, serta pertanian. Namun, ia pun menyayangkan tingkat hubungan perdagangan antara Bashkortostan dan sejumlah wilayah di Indonesia yang dinilai masih sangat rendah.

"Kami perlu membangun kerja sama budaya dan kemanusiaan serta membahas isu-isu pendidikan, pelatihan mahasiswa Indonesia di universitas kami, dan sebaliknya. Singkat kata, antara Bashkortostan dan Jawa Barat memiliki banyak titik temu," kata Khamitov seperti yang dikutip SobKor02.ru.

Pada gilirannya, Dubes Wahid menyampaikan bahwa ia telah membahas isu penguatan hubungan persahabatan, khususnya di bidang pendidikan dan Islam antara Bashkortostan dan Indonesia.

Kesempatan untuk Saling Belajar

Lebih lanjut, Dubes Wahid menyampaikan bahwa Bashkortostan memproduksi mesin kecil untuk pesawat, sedangkan Indonesia memproduksi peralatan militer.

"Ini adalah tambahan yang bagus. Ada banyak kesempatan untuk saling belajar dari satu sama lain," kata Dubes Wahid. Pada pertemuan itu, ia pun sempat menyampaikan rencana Indonesia untuk membeli delapan unit Su-35.

"Kami diinformasikan bahwa mesin untuk pesawat S-35 dirangkai di Ufa (ibu kota Bashkortostan). Selain itu, kami juga berencana membeli sejumlah unit helikopter dari Rusia. Di Jawa Barat terdapat banyak pulau, di sana terdapat permintaan untuk helikopter. Di tingkat regional, kami sangat senang bahwa gubernur Jawa Barat telah membuat proposal pembentukan hubungan persahabatan dengan Republik Bashkortostan."

"Di samping itu, sektor pertanian di Bashkortostan dan Jawa Barat berkembang dengan baik. Kita juga dapat bersatu dan bekerja sama di bidang ini. Di Bandung, yang merupakan ibu kota Jawa Barat, juga memiliki sistem pendidikan yang baik. Jadi, ada kemungkinan untuk bekerja sama di bidang pendidikan. Saat ini sudah ada peningkatan minat belajar ke Rusia di kalangan anak muda Indonesia. Tercatat tahun ini terdapat 350 mahasiswa Indonesia di Rusia, tahun depan akan ada tambahan 150 mahasiswa lagi," kata dubes RI.

Pada 2015 lalu, nilai perdagangan antara Bashkortostan dengan Indonesia mencapai 1,5 juta dolar AS. Sebagian besar jumlah tersebut didapat dari ekspor. Di antara produk-produk yang diekspor Bashkortostan ialah karet sintetis, sulfur mentah, mesin turbojet, dan monophenol. Sementara, produk-produk utama yang diimpor dari Indonesia, seperti produk kulit, perangkat keras, pakaian, dan produk-produk lainnya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.