Badan Intel AS Tuduh Kremlin Sebagai Dalang Pembobolan Data Partai Demokrat

Moskow telah membantah segala tuduhan yang berkaitan dengan pelanggaran keamanan.

Moskow telah membantah segala tuduhan yang berkaitan dengan pelanggaran keamanan.

Getty images
Akibat tuduhan itu, ketua Subkomite Keamanan Siber AS berencana mengusulkan sebuah undang-undang demi menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia.

Pemerintah AS secara formal menuding Rusia sebagai dalang di balik peretasan sistem surel Komite Nasional Demokrat (DNC) dalam upaya memengaruhi pemilihan presiden AS. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik.

“Komunitas Intelijen Amerika Serikat (USIC) yakin bahwa pemerintah Rusia telah mengarahkan kompromi baru-baru ini terkait surel dari individu dan instutusi AS, termasuk juga organisasi politik AS,” bunyi pernyataan gabungan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan Badan Intelijen Nasional untuk Keamanan Pemilu.

“Pembocoran informasi atas dugaan surel yang diretas di situs-situs seperti DCLeaks.com dan WikiLeaks, serta oleh individu yang menyebut dirinya sebagai Guccifer 2.0, dinilai sesuai dengan metode-metode dan juga motivasi yang diarahkan pemerintah Rusia,” tulis pernyataan tersebut.

“Peretasan dan pembocoran ini dimaksudkan untuk mengganggu proses pemilu AS.”

Peretasan surel pribadi pada sistem surel DNC terjadi pada Juni lalu. Sejumlah pejabat AS telah menuduh tanpa bukti bahwa pemerintah Rusia adalah dalang di balik gangguan ini. Ini adalah pertama kalinya pemerintahan Obama secara formal menuduh Kremlin.

Selain itu, pernyataan tersebut memberi kesan bahwa beberapa negara juga baru-baru ini telah melihat pemindaian dan penyelidikan sistem yang berhubungan dengan pemilu AS, yang dalam banyak kasus berasal dari jaringan yang dioperasikan sebuah perusahaan Rusia. Namun demikian, USIC belum menyalahkan pemerintah Rusia atas insiden ini.

Akibat tuduhan itu, ketua Subkomite Keamanan Siber AS berencana mengusulkan sebuah undang-undang demi menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia. 

Menanggapi hal ini, Moskow berulang kali telah membantah segala tuduhan yang berkaitan dengan pelanggaran keamanan. 

“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa saya tidak tahu apa-apa mengenai (peretasan) itu, dan pada tingkat negara, Rusia tidak pernah melakukan ini,” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah wawancaranya dengan Bloomberg pada September lalu.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.