Indonesia Ingin Rusia Bantu Perbaiki Sistem Perkeretaapian Negara

Menteri BUMN Indonesia meyakini kompetensi tinggi yang dimiliki RZhD Rusia.

Menteri BUMN Indonesia Rini Soemarno meminta perusahaan perkeretaapian Rusia RZhD (Russian Railways) untuk mempertimbangkan partisipasinya dalam memodernisasikan sistem manajemen kereta api Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Presiden RZhD Oleg Belozerov di tengah kunjungan kerjanya ke Indonesia.

Selama pertemuan Belozerov dengan Menteri BUMN Indonesia Rini Soemarno dan Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro, pihak Rusia dan Indonesia sempat dibahas berbagai bidang kerja sama.

"Rini Soemarno memuji sistem manajemen perkeretaapian Rusia yang ia ketahui dalam kunjungannya ke Moskow pada Desember lalu. Ia menawarkan RZhD untuk mempertimbangkan partisipasinya dalam memodernisasikan sistem manajemen PT KAI," kata pihak RZhD, (06/10).

Menurut RZhD, Menteri Rini menyatakan bahwa “kompetensi tinggi yang dimiliki RZhD dalam sistem manajemen akan secara signifikan meningkatkan kinerja perkeretaapian Indonesia”.

Kedua belah pihak kini tengah dalam proses negosiasi. Selain itu, sempat dibahas pula berbagai aspek pendekatan untuk merealisasikan proyek-proyek infrastruktur di Pulau Kalimantan terkait pengangkutan batu bara dan barang-barang lainnya.

Pada 2015, RZhD memulai proyek pembangunan jalur kereta api dan infrastrukturnya senilai 2,5 miliar dolar AS di Pulau Kalimantan, Indonesia. Menurut Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Denis Manturov, kerja sama ini terkait pembangunan rel kereta api untuk mengangkut batubara yang diproduksi di Provinsi Kalimantan Timur, seluruh infrastruktur dan terminal laut batubara, serta pemasokkan 1.100 gerbong kereta pengangkut, dan 40 lokomotif ganda.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

 

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.