Seragam ‘Koboi’, Perangkat Pelindung Terbaru Awak Tank Rusia

Pemakainya dapat bertahan dalam kobaran api selama 10-20 detik.

Awak pasukan tank Rusia di Kaukasus Utara menerima lebih dari seribu pakaian pelindung yang dijuluki ‘Koboi’, yang dapat melindungi mereka dari serangan meriam, demikian dilaporkan Sputnik.

Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa perangkat ‘Koboi’ telah dikirim ke unit Distrik Militer Selatan. Pakaian pelindung yang memiliki nama resmi perangkat 6B15 ini mulai diproduksi dalam jumlah terbatas sejak 2012, dan kemudian penggunaannya menyebar luas.

Biro desain industrial TsNIITochMash mengembangkan perangkat ini berdasarkan analisis dari pengalaman Perang Chechen II yang menunjukan bahwa awak tank yang tidak dilindungi memiliki kemampuan bertahan hidup yang rendah, saat mesin mereka rusak parah dan terbakar. Maka dari itu, perangkat ini dibuat untuk melindungi awak tank dari luka-luka akibat serpihan peluru dan api di dalam kendaraan pada saat terjadi serangan meriam, tembakan senapan mesin, atau RPG.

Pakaian seberat 6,5 kg ini memiliki sistem perlindungan yang kompleks, termasuk pelindung tubuh Kelas 1, zat penghambat api, lapisan antibalistik pada headset tanker, namun tetap memudahkan penggunanya untuk bernapas.

Inovasi baru tersebut akan melindungi pemakainya dari api dan serpihan peluru, serta tembakan peluru 7,62 mm dari pistol Makarov atau pistol sejenisnya. Pakaian ini akan menutupi 80 persen tubuh, termasuk selangkangan, leher, dan bahu, membuat pemakainya dapat bertahan dalam kobaran api dengan suhu 1.100 derajat Celcius selama 10 – 20 detik, tanpa menghalangi ruang gerak pemakainya.

Menurut para ahli, pakaian ‘Koboi’ lebih unggul dari perangkat serupa milik Barat, karena memiliki sistem perlawanan antifragmentasi dan ketahanan api yang lebih tangguh. Namun, pakaian ini lebih berat dibanding perangkat standar NATO. Para ilmuwan tengah berupaya mengembangkan pakaian ‘Koboi’ yang beratnya 15 persen lebih ringan dari model saat ini.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More