Kremlin Sambut Baik Kesempatan untuk Diskusikan Temuan MH-17 di Belanda

Kementerian Pertahanan Rusia meragukan kesimpulan para penyidik.

Kremlin menyambut baik surat panggilan yang ditujukan pada duta besar Rusia untuk Belanda, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (30/9), seperti yang dikutip Sputnik. Menurut Peskov, hal ini memberikan kesempatan bagi Rusia untuk menyampaikan pandangannya atas laporan kecelakaan pesawat MH-17. 

"Ini berita baik bagi kami. Berdiskusi adalah kesempatan yang baik," ujar Peskov kepada para wartawan segera setelah adanya laporan dari pemerintah Belanda yang memanggil Dubes Rusia untuk Belanda Aleksandr Shulgin. 

Pada Rabu (28/9), Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang bertugas menyelidiki kecelakaan MH-17 mengumumkan bahwa pesawat itu jatuh akibat ditembak misil Buk yang dibawa dari Rusia. Lebih lanjut, hasil penyelidikan meyakini bahwa rudal tersebut diluncurkan pada 17 Juli 2014 dan menyebabkan kematian seluruh penumpang dan awak pesawat MH17 yang berjumlah 298 orang di wilayah yang dikuasai milisi Donbas. 

Kementerian Pertahanan Rusia meragukan kesimpulan para penyidik. Mereka mengatakan bahwa tidak ada sistem rudal Rusia, termasuk Buk, yang pernah melintasi perbatasan Rusia-Ukraina. Kementerian Luar Negeri Rusia menolak laporan temuan tersebut dan telah berulang kali membantah keterlibatan Rusia dalam tragedi nahas yang terjadi dua tahun silam. 

"Tentu saja, duta besar kami di Belanda akan memberikan pandangan kami terkait posisi yang telah kami ambil dalam kasus ini," ujar Peskov.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.