Akhir 2016, Sebagian Besar Militan ISIS Diprediksi Akan Pindah ke Libya

Sementara beberapa dari mereka mungkin akan tinggal di Irak.

Sebagian besar militan ISIS diprediksi akan meninggalkan Suriah — termasuk dari kota Aleppo dan Raqqa — dan pindah ke Libya hingga akhir 2016. Demikian hal tersebut disampaikan Direktur Institut Studi Strategis Rusia (RISS) Leonid Reshetnikov kepada Sputnik, Jumat (30/9).

"Saya perkirakan bahwa dalam tahun ini sebagian besar militan ISIS akan pergi menuju Libya. Mereka akan pergi meninggalkan Aleppo dan Raqqa. Mereka harus pergi ke Libya dan mungkin beberapa dari mereka akan tinggal di Irak," ujar Reshetnikov dalam sebuah wawancara. 

Suriah telah terjebak dalam perang sejak 2011. Peperangan ini melibatkan antara pasukan pemerintahan yang setia kepada Presiden Bashar Assad dan sejumlah oposisi dan kelompok-kelompok ekstremis.

Atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad, Rusia melancarkan operasi militernya terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015. Hingga Maret 2016, pasukan udara Rusia telah melakukan lebih dari 9.000 serangan mendadak. Dukungan militer Rusia telah membantu Damaskus mengubah gelombang peperangan dan membuat angkatan bersenjata Suriah mampu meluncurkan berbagai serangan di wilayah-wilayah kunci di negaranya.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.