Teheran: Operasi Militer Rusia Selamatkan Suriah dari Perpecahan

Sebuah jet tempur Sukhoi Su-34 mendarat di Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah.

Sebuah jet tempur Sukhoi Su-34 mendarat di Pangkalan Udara Hmeimim, Suriah.

Valery Sharifulin/TASS
Dengan melibatkan diri dalam peperangan melawan teroris, Moskow telah mencegah Suriah terpecah belah. Demikian hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran kepada Sputnik.

Menurut Kemenlu Iran, bergabungnya militer Rusia dalam peperangan melawan terorisme di Suriah justru mencegah negara itu terdisintegrasi dan memperkuat posisi pemerintah yang sah di Damaskus. 

"Upaya Rusia untuk menyelesaikan krisis Suriah dan memerangi terorisme di negara itu mencegah terpecahnya Suriah, melindungi integritas wilayahnya, serta memperkuat otoritas yang sah di Suriah. Di samping itu, intervensi ini membantu untuk mengembalikan keseimbangan di Suriah seperti pada masa lalu ," ujar Juru Bicara Kemenlu Iran Bahram Qasemi, seperti yang dikutip Sputnik.

Suriah telah terjebak dalam perang sejak 2011. Peperangan ini melibatkan antara pasukan pemerintahan yang setia kepada Presiden Bashar Assad dan sejumlah oposisi dan kelompok-kelompok ekstremis.

Atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad, Rusia melancarkan operasi militernya terhadap teroris di Suriah sejak 30 September 2015. Hingga Maret 2016, pasukan udara Rusia telah melakukan lebih dari 9.000 serangan mendadak. Dukungan militer Rusia telah membantu Damaskus mengubah gelombang peperangan dan membuat angkatan bersenjata Suriah mampu meluncurkan berbagai serangan di wilayah-wilayah kunci di negaranya.

Pada Maret tahun ini, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penarikan sebagian kontingen Rusia di Suriah karena sebagian besar tujuan kampanye antiteroris Rusia di negara itu dinilai telah selesai. Pada saat yang sama, Rusia tidak meninggalkan kewajibannya untuk melakukan pelatihan miiter, memberikan senjata dan peralatan militer kepada pemerintah Suriah. Pangkalan udara Hmeimim dan fasilitas angkatan laut di Pelabuhan Tartus tetap beroperasi. Sementara itu, sistem pertahanan udara Rusia S-400 dan Pantsir terus berada di Suriah untuk melindungi pasukan Rusia di Suriah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.