Pentagon: Rusia dan Korea Utara adalah Ancaman Nuklir Terbesar

Kepala Pentagon ragu Rusia akan mematuhi aturan penggunaan nuklir.

Menteri Pertahanan AS Ashton Carter meragukan bahwa Moskow akan mematuhi prinsip stabilitas nuklir strategis dunia dan menyebut Rusia dan Korea Utara sebagai ancaman nuklir bagi Amerika Serikat.

"Rusia dikenal dengan tenaga nuklirnya. Namun baru-baru ini, hasutan perang dari sisi Moksow dan penciptaan sistem nuklir baru menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmennya sebagai pemimpin stabilitas strategis untuk mematuhi aturan penggunaan senjata nuklir," kata Carter dalam pidatonya di Dakota Utara.

Pada 9 September lalu, Korea Utara mengumumkan keberhasilan uji coba sistem nuklirnya yang berkekuatan ledak 10 kiloton.
Lebih lanjut, negara kedua yang menjadi perhatian AS, sebagaimana yang disebut oleh Carter, adalah Korea Utara. Hal ini terlihat dengan keputusan Washington yang menyebarkan sistem pertahanan rudal di Korea Selatan untuk melindungi AS.

"Rusia dan Korea Utara adalah dua negara yang, meskipun sangat berbeda, menonjol dalam bidang nuklir saat ini," kata Carter.

Kepala Pentagon juga mengatakan bahwa AS tengah bekerja sama dengan sekutu NATO untuk mencegah Rusia berpikir dapat menggunakan senjata nuklir dalam konflik dengan NATO.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menekankan bahwa klaim Barat yang menyebutkan bahwa Moskow memperkuat senjata nuklir sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.