Lawan Terorisme, Rusia Ingin Badan-badan Intelijen di Dunia Berkoordinasi

Naryshkin ditunjuk sebagai kepala SVR yang baru pada Kamis (22/9) lalu dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Naryshkin ditunjuk sebagai kepala SVR yang baru pada Kamis (22/9) lalu dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Reuters
Kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia yang baru dunia menekankan bahwa dunia tidak semata-mata hanya sebatas AS dan Uni Eropa saja, tetapi jauh lebih besar dan lebih luas daripada itu.

Badan-badan keamanan dari berbagai negara harus berkoordinasi terlepas dari segala perbedaan pandangan politik, kata Sergey Naryshkin, kepala Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) yang baru, dalam wawancaranya dengan media Rusia.

"Kerja sama antara badan intelijen dari berbagai negara bukan hanya mungkin dilakukan, tetapi juga diperlukan," kata Naryshkin dalam wawancaranya dengan Vesti. Ia juga menambahkan bahwa ia diyakinkan bahwa para pejabat keamanan ‘bisa dan harus’ bekerja sama dalam melawan berbagai ancaman, khususnya terorisme, terlepas dari segala perbedaan pandangan politik.

Badan intelijen Rusia siap untuk bekerja sama dengan badan keamanan AS, Inggris, dan negara-negara Barat lainnya, kata Naryshkin. “Di samping itu, pejabat badan keamanan harus bekerja secara bersama-sama karena merekalah yang paling memahami tingkat ancaman serta apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi ancaman tersebut," tambah Naryshkin, seperti yang dikutip RT

Pada saat yang sama, ia juga menekankan bahwa dunia tidak semata-mata hanya sebatas AS dan Uni Eropa saja, tetapi jauh lebih besar dan lebih luas daripada itu.

Sebelumnya, Naryshkin ditunjuk sebagai kepala SVR yang baru pada Kamis (22/9) lalu dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin mendesak Naryshkin untuk melakukan kontak dengan para mitra luar negerinya untuk melawan terorisme. Naryshkin pernah menjabat sebagai ketua Majelis Rendah Parlemen Rusia (Duma) sejak Desember 2011. Ia juga pernah menjabat sebagai kepala administrasi presiden selama lebih dari tiga tahun serta sebagai kepala kantor pemerintahan pada 2004 hingga 2007. Jabatannya sebagai ketua Duma berakhir pada Oktober mendatang setelah pemilu anggota parlemen baru yang diadakan bulan ini. Ia diharapkan dapat memulai pekerjaan barunya pada pertengahan Oktober mendatang.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.