AS Menentang Pinjaman Lembaga Keuangan Internasional pada Rusia

Hal itu karena Rusia tak mematuhi hukum AS terkait perdagangan manusia.

Amerika Serikat akan menentang pinjaman lembaga keuangan internasional kepada Rusia dan sejumlah negara lain yang tidak mematuhi hukum AS terkait perdagangan manusia yang telah berlangsung selama 15 tahun. Hal itu disampaikan Presiden AS Barack Obama dalam sebuah memo kepada Menlu AS John Kerry.

"Saya menginstruksikan direktur eksekutif Amerika Serikat pada masing-masing lembaga keuangan multilateral dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk melawan serta melakukan upaya terbaik untuk menolak setiap pinjaman atau pemanfaatan dana lainnya dari lembaga terkait kepada Eritrea, Iran, Korea Utara, Rusia, dan Zimbabwe sampai pemerintah terkait mematuhi standar minimum atau membuat upaya yang signifikan untuk menyesuaikan diri mereka," tulis Obama, Selasa (27/9), seperti yang dikutip Sputnik.

Undang-undang Perlindungan Korban Perdagangan Manusia tahun 2000 menetapkan perlindungan bagi para imigran gelap yang menjadi korban perdagangan seks dan perbudakan.
AS membuat kebijakan yang menolak segala bantuan finansial bagi pemerintah asing yang tidak mematuhi standar Washington dalam penghapusan perdagangan manusia.

Namun demikian, ada pengecualian dalam hukum tersebut. Jika pinjaman ditujukan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan segala hal yang berhubungan dengan pemberantasan perdagangan manusia atau pembangunan yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan manusia, AS memperbolehkan lembaga-lembaga keuangan internasional mengucurkan dana pinjaman kepada negara-negara yang disebutkan Obama dalam memonya kepada Kerry.

Dalam laporan tahunan Departemen Luar Negeri AS yang dirilis Juni lalu, Washington melaporkan bahwa pada 2015 otoritas Rusia telah menghukum lebih banyak orang yang melakukan kejahatan seksual dan perdagangan narkoba dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.