Polandia Usul Bentuk Aliansi Baru untuk Lindungi Eropa Timur dari Rusia

Jet tempur F-16 terbaru milik Angkatan Udara Polandia tiba di Bandara Krzesiny di Polandia barat, 9 November 2006. Kedatangan pesawat tempur ini menandai sebuah langkah penting dalam transisi militer Polandia yang sebelumnya dipersenjatai peralatan Soviet menjadi peralatan tempur modern yang terintegrasi erat dengan NATO dan AS.

Jet tempur F-16 terbaru milik Angkatan Udara Polandia tiba di Bandara Krzesiny di Polandia barat, 9 November 2006. Kedatangan pesawat tempur ini menandai sebuah langkah penting dalam transisi militer Polandia yang sebelumnya dipersenjatai peralatan Soviet menjadi peralatan tempur modern yang terintegrasi erat dengan NATO dan AS.

AP
Ide pembentukan asosiasi ini telah lahir pada awal abad ke-20.

Kekhawatiran terhadap kebijakan luar negeri Moskow yang dianggap "agresif" menyebabkan negara-negara Eropa Timur mempertimbangkan kemungkinan dibutuhkannya unit-unit baru yang dapat melindungi mereka dari "imperialisme" Rusia. Demikian hal tersebut dilansir surat kabar Tages-Anzeiger.

Akibat krisis di Ukraina, NATO mulai memperluas kehadirannya di Eropa Timur untuk "melindungi sekutu mereka". Namun, fakta bahwa aliansi tidak dapat memberikan keamanan menyeluruh pada semua negara di kawasan itu menimbulkan wacana mengenai penciptaan unit tersendiri yang akan mencakup baik dari anggota NATO maupun dari negara-negara yang bukan anggota aliansi, tulis surat kabar tersebut.

Ide pembentukan asosiasi tersebut sebenarnya telah lahir pada awal abad ke-20, ketika Marsekal Józef Piłsudski dari Polandia mengusulkan pembentukan Serikat Negara untuk mencegah ambisi kekaisaran Jerman dan Uni Soviet. Di Polandia, konsep ini kini sangat populer. Presiden Polandia Andrzej Duda bahkan telah berulang kali berbicara tentang perlunya merealisasikan gagasan tersebut untuk melindungi diri dari "ancaman Rusia".

Aliansi yang bernama "Intermarium" ini diharapkan akan mencakup wilayah Baltik hingga ke Laut Hitam dan menggabungkan negara-negara bekas Uni Soviet. Karena anggota organisasi ini akan diikat dengan perjanjian bantuan timbal balik, mereka diharapkan akan mampu menunjukkan kesatuan dan memberikan sinyal kepada Rusia mengenai kesiapan anggota organisasi dalam segi pertahanan umum dalam menghadapi "agresi" Rusia. Dengan demikian, negara-negara Eropa Timur tidak akan lagi dipandang sebagai "mangsa" oleh Moskow, tulis publikasi tersebut.

Meskipun hingga kini gagasan mengenai blok tersebut masih dianggap sebagai utopia, tapi jika kebijakan luar negeri Rusia tidak berubah dalam beberapa tahun ke depan, dan NATO serta Uni Eropa tidak mampu memberikan perlindungan bagi Eropa Timur, kemungkinan pendirian "Intermarium" akan meningkat secara signifikan, kata sang penulis menyimpulkan.

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.