Pesawat Pengintai Terbaru Rusia Bisa ‘Menembus’ Bawah Tanah

Tu-214R merupakan proyek gabungan antara Tupolev Public Joint Stock Company, Kazan Aviation Plant, Radio-Engineering Corporation Vega, serta beberapa anak perusahaan United Instrument Manufacturing Corporation, perusahaan negara Roscosmos, dan Almaz-Antey.

Tu-214R merupakan proyek gabungan antara Tupolev Public Joint Stock Company, Kazan Aviation Plant, Radio-Engineering Corporation Vega, serta beberapa anak perusahaan United Instrument Manufacturing Corporation, perusahaan negara Roscosmos, dan Almaz-Antey.

Olga Sokolova
Sistem radar pesawat pengintai baru Rusia Tupolev Tu-214R mampu melihat berbagai objek yang disembunyikan kabut, asap, salju, tanah, dan pepohonan.

Sistem radar pesawat pengintai baru Rusia Tupolev Tu-214R mampu melihat objek tersembunyi atau yang tersamarkan salju, pepohonan, bahkan yang berada di bawah tanah, demikian disampaikan perwakilan perusahaan United Instrument-Making Corporation (UIMC), anak perusahaan teknologi Rusia Rostec, Senin (26/9).

Menurut pihak UIMC, radar multifrekuensi tersebut dikembangkan oleh Vega Group yang membantu menerima informasi secara maksimal dan tepat waktu, dengan detail gambar yang lebih berkualitas. Data yang muncul dalam pesawat akan menunjukan radar gambar objek yang tertutup oleh kabut, asap, salju, tanah, dan pepohonan.

Sementara, di tengah kondisi tanah kering berpasir, sistem ini dapat menerima radar gambar objek yang terletak pada kedalaman beberapa belas meter terlepas dari ketinggian pesawat.

Saat ini, pesawat tersebut tengah diproduksi di Pabrik Aviasi Kazan, lalu akan segera melewati uji penerbangan serta uji coba negara yang rencananya akan dilakukan dalam enam bulan terakhir tahun ini.

Tu-214R merupakan pesawat pengintai radar dan optik-elektronik yang dikembangkan pada akhir tahun 2000 berdasarkan pesawat penumpang Tu-214 untuk menggantikan pesawat Il-20. Seharusnya, pesawat ini masuk militer Rusia pada 2013. Namun, rencana tersebut tertunda dan kini pesawat masih dalam proses pengerjaan.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.