FBI: Hillary Clinton Pernah Lalai Tinggalkan Dokumen Rahasia di Rusia

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Hillary Clinton.

Reuters
FBI merilis dokumen terkait kasus Clinton yang meninggalkan dokumen rahasia negara dalam kunjungannya ke Rusia.

Direktur FBI James Comey menyampaikan bahwa Hillary Clinton, calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, pernah melakukan kelalaian yang berhubungan dengan keamanan dokumen rahasia negara saat dirinya menjabat sebagai menteri luar negeri AS. Demikian hal tersebut disiarkan saluran televisi ABC.

FBI merilis dokumen setebal 189 halaman mengenai "kasus pengiriman dokumen" yang di dalamnya menjelaskan bahwa pada perjalanan Clinton ke Rusia, ajudan Clinton melanggar peraturan dengan membawa tas yang berisikan dokumen rahasia ke kamar hotelnya. Setelah Clinton dan ajudannya meninggalkan ruangan, staf perlindungan diplomatik menemukan sebuah dokumen yang merupakan rahasia negara.

Mantan menlu AS ini juga pernah dikritik atas penggunaan jaringan surel pribadi yang secara teori seharusnya disembunyikan dari mata publik untuk menghindari ancaman peretasan terhadap data sensitif. Skandal ini sempat mengganggu kampanye Clinton selama berbulan-bulan. Pihak pengecam mengatakan, Clinton tidak bisa dipercaya dan menyembunyikan banyak rahasia karena memakai jaringan surel pribadi.

Pada awal September, Comey mengatakan bahwa FBI tidak memperkarakan Clinton karena dianggap "tidak ada unsur pidana dalam kasus ini".

Pertama kali dipublikasikan dalam bahasa Rusia oleh RIA Novosti.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.