Menari Setengah Telanjang, Ulama Tatarstan Kritik Video Klip Penyanyi Tatar

Video klip Ganiullina yang dirilis pada 19 September lalu itu mengundang amarah pemimpin agama dari Tatarstan.

Video klip Ganiullina yang dirilis pada 19 September lalu itu mengundang amarah pemimpin agama dari Tatarstan.

YouTube
Selain tampil setengah telanjang, dalam video klip yang berdurasi hampir 4,5 menit itu, sang penyanyi tampak bernyanyi sambil melakukan tari perut dengan latar belakang Masjid Putih Bulgar.

Sejumlah pemuka agama Islam di Tatarstan memprotes keras video klip terbaru penyanyi Tatar Rezeda Ganiullina yang berjudul “Zhaym — Lyubimy” (Zhanym — Sayangku) yang beredar di YouTube. Dalam video tersebut, Ganiullina bernyanyi dengan mengenakan gaun semitransparan dan menari dengan latar belakang Masjid Putih di Bulgar (sebuah kota di Tatarstan). Alhasil, video itu mengundang amarah para pemimpin agama di republik yang mayoritas penduduknya beragama Islam tersebut. 

Beberapa hari setelah video klip Ganiullina dirilis, Imam Masjid Peringatan Seribu Tahun Islam Seydzhagfar Lutfullin — melalui akun Facebook-nya — menyebut sang penyanyi sebagai “aib masyarakat Tatar”. 

Sumber: Inkazan.ru / YouTube

Selain tampil setengah telanjang dan memuat Masjid Putih Bulgar sebagai lata belakang atau tempat pengambilan gambar, dalam video klip yang berdurasi hampir 4,5 menit ini Ganiullina tampak bernyanyi sambil melakukan tari perut. Sejumlah imam di Tatarstan mengomentari video Ganiullina dengan pedas karena sang penyanyi dianggap telah melecehkan agama. 

“Kami berikan waktu sampai besok untuk menarik video ‘Zhaym — Lyubimy’. Mintalah pengampunan kepada Allah. Ganiullina tak hanya menari dengan latar belakang masjid, tetapi ia juga menodai rumah Allah. Wanita dewasa seusia Ganiullina sudah seharusnya memperdalam imannya serta mempelajari lebih jauh asal-usul dan tradisi mereka, bukannya bergoyang setengah telanjang di depan semua orang,” tulis Imam Seydzhagfar Lutfullin berkomentar.

“Masjid bukanlah tempat untuk menari,” kata Mufti Tatarstan Kami Samigullin pada akun Instagramnya.

Video yang dirilis pada 19 September lalu itu direkam di kota Bulgar yang merupakan tempat suci bagi umat Islam Tatar. Bulgar masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO sebagai pusat kebudayaan dari negara Bulgaria Volga kuno. 

Menanggapi protes ini, Ganiullina segera menyampaikan permintaan maaf atas video klipnya yang mengundang kontroversi. Ia pun segera menghapus video ‘Zhaym — Lyubimy’ dari halaman YouTube-nya dan memberikan penjelasan di halaman jejaring sosial VKontakte miliknya.

“Selama sepuluh tahun karir profesional saya di dunia musik, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Meski saya tak melaksanakan salat lima waktu dalam sehari, tidak pernah ada satu hari pun yang saya lewati tanpa membaca ‘Bismillah’. Saya beragama Islam, agama yang murni, tulus, dan ramah. Jika video klip ini menyinggung perasaan sejumlah pihak, saya meminta maaf,” kata Ganiullina, seperti yang dikutip Meduza.

Menindaklanjuti sejumah komentar pedas yang dikemukakan sejumlah pemuka agama Tatar, Komite Investigasi Tatarstan kini tengah memeriksa video Ganiullina. Pada situs resmi Komite Investigasi Tatarstan, laporan prainvestigasi terhadap Ganiullina telah dimuat. Selain itu, video klip ‘Zhaym — Lyubimy’ dikenakan pasal 148 KUHP Rusia sehubungan dengan dugaan penghinaan terhadap umat beragama.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.