Rusia Tak Anggap Perjanjian Angkatan Bersenjata Konvensional Masih Berlaku

Rusia berharap perjanjian angkatan bersenjata konvensional diperbarui.

Traktat Angkatan Bersenjata Konvensional di Eropa (CFE) masih berlaku, tetapi perjanjian itu perlu dokumen baru yang secara kualitatif membahas topik tersebut. Demikian hal itu disampaikan Direktur Departemen Nonproliferasi dan Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia Mikhail Ulyanov dalam konferensi pers, Jumat (23/9).

"CFE belum mati. Perjanjian itu tetap berlaku untuk 25 negara," katanya, "Namun, bagi kami perjanjian tersebut sudah tidak berlaku, termasuk juga varian pengadopsian perjanjian itu pada 1999. Kita perlu memiliki perjanjian yang baru."

Dia mengatakan bahwa beberapa waktu sebelumnya Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier menerbitkan sebuah artikel, yang di situ ia mengusulkan untuk melanjutkan dialog terkait topik CFE ini demi menghindari terjadinya peningkatan ketegangan di Eropa.

"Posisi kami adalah sebagai berikut: kami — mengingat pengalaman negatif di masa lalu — tidak akan berinisiatif memulai (diskusi) ini" ujar sang pejabat Rusia. "Tetapi jika seseorang memulai (membahas) ini, kami akan sangat terbuka untuk berdiskusi. Posisi kami akan tetap seperti ini."

"Akankah sekutu-sekutu Jerman diizinkan untuk memulai proses ini? Saya tidak yakin bahwa seluruh anggota aliansi Atlantik Utara siap untuk mendukung inisiatif Jerman. Namun, ini bukan urusan kami," katanya. Sang diplomat Rusia mengatakan, secara pribadi ia menyukai inisiatif yang diusulkan menlu Jerman.

"Sebuah perbincangan tetap lebih baik," tutupnya.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.