AS Serang Tentara Suriah, Penasihat Assad: Mereka Berkoordinasi dengan ISIS

Pengeboman AS dianggap sebagai "agresi serius" terhadap pasukan Suriah.

Koalisi pimpinan AS mungkin telah mengoordinasikan serangan udara terhadap Tentara Suriah pada Sabtu (17/9) dengan kelompok teroris ISIS, kata Bouthaina Shaaban, penasihat Presiden Suriah Bashar Assad pada Minggu (18/9).

"Saat pesawat Amerika menyerang Tentara Suriah, para teroris datang menyerbu dari sisi yang sama dengan arah datangnya serangan Amerika, dan segera menduduki tempat yang sebelumnya dikontrol Tentara Suriah. Jadi, jelas bagi siapa pun yang berada di lapangan bahwa pasti ada koordinasi antara pesawat Amerika yang menyerang Tentara Suriah dengan para teroris yang datang menyerbu Tentara Suriah," kata Shaaban dalam sebuah wawancara dengan saluran RT, seperti yang dikutip Sputnik.

Shaaban menekankan, jika AS memang berkomitmen dalam memerangi terorisme di Suriah, mereka seharusnya malu telah membunuh Tentara Suriah yang telah berjuang mempertahankan Deir ez-Zor dari serangan ISIS sejak 2014. Dia juga menambahkan bahwa serangan udara AS secara mengejutkan baru berhenti setelah munculnya sinyal peringatan dari Rusia, bukannya pada saat militan ISIS mengambil alih Bandara Deir ez-Zor di tengah-tengah serangan itu.

"Saya pikir, Anda tahu, itu akan sangat aneh jika negara seperti Amerika Serikat, yang merupakan kekuatan militer nomor satu di dunia, membuat kesalahan semacam itu," kata Shaaban.

Serangan pesawat koalisi pimpinan AS di dekat Bandara Deir ez-Zor pertama kali dilaporkan oleh Tentara Suriah pada Sabtu (17/9). Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengonfirmasi bahwa serangan tersebut telah menewaskan 62 prajurit dan melukai 100 orang lainnya. Pusat Komando AS (CENTCOM) mengatakan bahwa insiden itu sama sekali "tak disengaja". CENTCOM berjanji akan meninjau dengan cermat insiden tersebut.

Militer Suriah menyebut pengeboman tersebut sebagai "agresi serius dan terang-terangan" terhadap pasukan Suriah, dan mengatakan itu adalah "bukti" bahwa AS dan sekutunya mendukung militan ISIS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.