Washington Post: AS Tingkatkan Operasi Pengintaian Terhadap Rusia

Agen-agen intelijen AS dikatakan berusaha mengejar ketinggalan mereka dalam "memantau" aktivitas Rusia.

Agen-agen intelijen AS dikatakan berusaha mengejar ketinggalan mereka dalam "memantau" aktivitas Rusia.

AP
Central Intelligence Agency (CIA) dan badan intelijen AS lainnya mengalokasikan sepuluh persen dari anggaran mereka untuk memata-matai Rusia.

Intelijen AS meningkatkan operasi pengintaian terhadap Rusia dengan skala yang lebih besar sejak berakhirnya Perang Dingin. Demikian hal tersebut dilaporkan Washington Post, mengutip seorang pejabat senior intelijen AS yang tak disebutkan namanya.

"Peningkatan pengintaian melibatkan operasi rahasia CIA, kecakapan Badan Keamanan Nasional dalam pengintaian siber, sistem satelit, dan aset intelijen lainnya,” kata sang pejabat anonim  saat menggambarkan perubahan sumber daya di seluruh layanan intelijen yang sebelumnya lebih fokus terhadap ancaman teroris dan zona perang AS daripada mengawasi aktivitas Rusia, tulis Washington Post.

Central Intelligence Agency (CIA) dan badan intelijen AS lainnya saat ini mengalokasikan sepuluh persen dari anggaran mereka untuk memata-matai Rusia. Jumlah ini telah meningkat selama dua tahun terakhir.

Dalam laporan tersebut, agen-agen intelijen AS dikatakan berusaha mengejar ketinggalan mereka dalam "memantau" aktivitas Rusia sementara Moskow kini "berusaha menegaskan kembali dirinya sebagai kekuatan global".

Menurut sang pejabat, terorisme tetap menjadi perhatian utama intelijen Amerika, tapi Gedung Putih dan Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) telah memasukkan Rusia dalam daftar prioritas intelijen untuk pertama kalinya sejak pecahnya Uni Soviet pada Desember 1991.

Washington Post menyebutkan, ketegangan yang melanda antara kedua negara saat ini memengaruhi hampir setiap aspek hubungan AS-Rusia.

Namun demikian, CIA dan agen intelijen AS lainnya, menurut Washington Post, tak berniat untuk kembali pada situasi Perang Dingin, yaitu era ketika komunitas intelijen AS mengerahkan hingga 40 persen personel dan sumber daya mereka dalam memaa-matai Uni Soviet dan negara-negara sosialis lainnya.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.