Kontingen SMA Jakarta Raih Peringkat Kedua pada Olimpiade Sains di Moskow

Pada kontes yang mengujikan berbagai disiplin ilmu ini, seperti Informatika, Matematika, Fisika, dan Kimia, delapan pelajar SMA DKI Jakarta berhasil meraih skor 68.

Pada kontes yang mengujikan berbagai disiplin ilmu ini, seperti Informatika, Matematika, Fisika, dan Kimia, delapan pelajar SMA DKI Jakarta berhasil meraih skor 68.

BPK Penabur Jakarta / Facebook
Jakarta merupakan satu-satunya kota peserta dari Asia Tenggara, dan satu-satunya peserta dari kota di luar Eropa yang masuk ke dalam lima besar.

Kontingen Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih peringkat kedua dalam blitz contest yang masuk dalam rangkaian lomba The 1st International Olympiad of Metropolises di Moskow pada 4 – 9 September lalu.

Pada kontes yang mengujikan berbagai disiplin ilmu ini, seperti Informatika, Matematika, Fisika, dan Kimia, delapan pelajar SMA DKI Jakarta berhasil meraih skor 68 dari skor tertinggi senilai 69 poin (dicapai oleh tim kota Moskow).

Berdasarkan informasi yang dirilis kantor berita ANTARA, nilai yang dicapai tim dari Jakarta setara dengan tim dari Sankt Peterburg yang menempati peringkat ketiga. Namun demikian, tim Jakarta unggul enam menit lebih cepat dalam memasukkan jawaban terakhir.

Selain pencapaian kelompok, para pelajar secara individu juga berhasil menyabet sejumlah prestasi. Christopher Kevin Wijaya dari SMAK Penabur meraih medali emas untuk lomba Kimia, Kezia Sulami dari SMA Ipeka Sunter mendapat perak untuk Informatika, Maulana Ariefai dari SMANU Husni Thamrin mendapat perak untuk Kimia, Andrew Wiraatmaja dari SMA Theresia dan Adrianzka Mayreswara Dewa dari SMAN 81 mendapat perunggu untuk Matematika, Patrick Bryan Nugraha dari SMA Ipeka Integrated mendapat perunggu untuk Fisika, dan Muhammad Fairuzy Teguh dari SMAN 14 mendapat perunggu untuk Informatika. 

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi menyampaikan selamat dan apresiasinya atas prestasi yang diraih para pelajar DKI Jakarta dan segenap tim yang telah mengharumkan nama Indonesia di arena internasional. "Saya sangat bangga dan berterima kasih kepada para pelajar DKI Jakarta yang berhasil meraih prestasi pada turnamen yang baru pertama kali diselenggarakan di Rusia ini," kata Dubes Wahid seperti yang dikutip oleh ANTARA.

Para pembimbing kontingen DKI Jakarta mengaku bahwa The 1st Olympiad of Metropolises memiliki tingkat kesulitan yang setara dengan Olimpiade Sains Internasional, seperti Olimpiade Fisika, Olimpiade Matematika, dan Olimpiade Kimia.

"Prestasi yang dicapai para pelajar Indonesia dalam blitz contest sangat membanggakan, mengingat Jakarta merupakan satu-satunya kota peserta dari Asia Tenggara, dan satu-satunya peserta dari kota di luar Eropa yang masuk ke dalam lima besar," kata salah seorang pembimbing.

Kompetisi The 1st International Olympiad of Metropolises yang diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun kota Moskow yang ke-869 ini mempertandingkan bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Informatika.

Selain Jakarta, kompetisi ini diikuti pelajar dari 22 kota lain dari 18 negara, yaitu Moskow, Sankt Peterburg, Sofia, Budapest, Beograd, Beijing, Yerevan, Minsk, Leipzig, Astana, Riga, Tallin, Almaty, Tel Aviv, Bishkek, Dusseldorf, Helsinki, Berlin, Milan, New Delhi, dan Abu Dhabi.

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.