Diduga Korupsi, Miliaran Rubel Disita dari Pejabat Senior Antikorupsi Rusia

Dmitry Zakharchenko di Pengadilan Negeri Presnensky Moskow.

Dmitry Zakharchenko di Pengadilan Negeri Presnensky Moskow.

Eugene Odinokov / RIA Novosti
Uang yang disita merupakan bukti kuat atas dugaan kasus suap Zakharchenko.

Komite Investigasi Rusia (Sledkom) menyita uang tunai senilai 8,5 miliar rubel (sekitar 1,7 triliun rupiah) sebagai barang bukti atas kasus yang melibatkan pejabat senior antikorupsi Rusia Dmitry Zakharchenko, kata Juru Bicara Sledkom Vladimir Markin

“Uang yang disita merupakan bukti kuat atas dugaan kasus suap Zakharchenko,” kata Markin. Ia menambahkan bahwa uang tersebut telah dibawa ke fasilitas penyimpanan di Bank Sentral. “Publik akan diinformasikan setelah penyelidikan selesai,” tuturnya.

Minggu lalu, penyelidik dari Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) berkunjung ke Direktorat Keamanan Ekonomi dan Pemberantasan Korupsi Kementerian Dalam Negeri. Di sana, FSB menggeledah kantor Zakharchenko dan menemukan uang tunai sebesar 15 juta rubel (sekitar tiga miliar rupiah) di mobilnya. Zakharchenko ditahan karena tak bisa menjelaskan dari mana uang itu berasal. 

Beberapa hari kemudian, penyelidik menemukan uang tunai sebesar dua juta euro dan 120 juta dolar setelah menggeledah apartemen milik Zakharchenko dan kerabatnya. Total uang tunai yang berhasil ditemukan penyelidik berjumlah sembilan miliar rubel (sekitar 1,8 triliun rupiah).

Kepada TASS, Markin juga menanggapi laporan media massa yang mengabarkan bahwa keluarga Zakharchenko diduga menyimpan sekitar 300 juta euro (sekitar empat triliun rupiah) di Bank Swiss. “Tidak ada dana lain yang disebutkan dalam materi investigasi saat ini,” Markin.

Pengadilan Negeri Presnensky Moskow memutuskan bahwa Zakharchenko, yang ditahan sejak 9 September, harus berada dalam tahanan sampai 8 November. Zakharchenko (38) yang menjabat sebagai wakil ketua Direktorat Keamanan Ekonomi dan Pemberantasan Korupsi Kementerian Dalam Negeri dikenai dakwaan atas pelanggaran jabatan, penghambatan keadilan, dan penyuapan besar-besaran.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.