Ahli Patologi Forensik AS Sebut Putin Mungkin Telah Meracuni Clinton

Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

AP
Sang ahli mengungkapkan bahwa dirinya tidak percaya pada Putin.

Setelah calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton hampir pingsan pada peringatan tragedi 9/11, dunia maya segera dibanjiri dengan berbagai lelucon seputar bagaimana kampanye Clinton akan berusaha mencari celah untuk menyalahkan Rusia. Tentu saja, tak seorang pun yang mengharapkan hal itu terjadi, tulis media Rusia Sputnik.

Namun, Bennet Omalu, seorang ahli patologi forensik yang menemukan pola traumatik ensefalopati kronis pada pemain-pemain Liga Nasional Sepak Bola Amerika (NFL) yang telah meninggal, menyarankan Clinton untuk melakukan pengecekan darah dan melihat apakah sang capres mengalami keracunan.

"Saya harus menyarankan tim kampanye Clinton untuk melakukan analisis toksikologi pada darah Hillary Clinton. Kemungkinan besar ia telah diracuni," ujar Omalu dalam kicauan Twitter-nya pada Minggu (11/9). 

Omalu ternyata tidak berhenti sampai di situ. Ia pun menegaskan kekhawatirannya ini didasari atas ketidakpercayaannya pada Presiden Rusia Vladimir Putin dan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump.

"Saya tidak percaya pada Putin dan juga Trump. Dengan adanya mereka berdua, segala sesuatu menjadi sangat mungkin (terjadi)," ujar Omalu di Twitter-nya.

Omalu mulai terkenal setelah obsesinya terhadap kematian para mantan pemain tim Pittsburgh Steelers (salah satu tim di NFL -red.) terekspos ke media. Hal itu terjadi saat ia bekerja di sebuah kantor koroner di kotanya. Ia membuktikan bahwa para pemain telah menderita kerusakan otak akibat pukulan ke kepala yang kemungkinan terjadi saat bermain. 

Kicauan Omalu di media sosial terkait skenario meracuni Clinton oleh presiden Rusia atau capres Partai Republik, yang ditulis Sputnik sebagai “lamunan ekstrem”, secara luas diangkat sebagai berita utama di berbagai media yang sebelumnya menulis isu kekhawatiran sayap kiri terhadap kesehatan Clinton sebagai “teori konspirasi”.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.