Menlu Rusia dan Jerman Bahas Pelaksanaan Pemilu Legislatif Rusia di Ukraina

Moskow ingin Kiev menjamin keamanan misi diplomatik Rusia di Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier membahas kewajiban Kiev untuk menjamin keamanan kantor-kantor perwakilan diplomatik Rusia di Ukraina sebelum pemilu legislatif tanggal 18 September mendatang. Demikian hal tersebut dilaporkan Sputnik, mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Kedua menteri membahas berbagai hal terkait situasi di Ukraina, termasuk mengenai penguatan rezim gencatan senjata di daerah yang dilanda konflik di negara tersebut. Hal ini menyangkut kewajiban Kiev dalam menjamin keamanan kantor-kantor perwakilan diplomatik Rusia di Ukraina, terutama terkait pelaksanaan pemilu legislatif Rusia pada 18 September mendatang," kata kemenlu.

Akhir pekan lalu, Presiden Ukraina Petro Poroshenko memerintahkan Menteri Luar Negeri Ukraina Pavlo Klimkin untuk menginformasikan kepada Moskow bahwa Rusia tidak bisa melaksanakan pemilu di wilayah Ukraina. Parlemen Ukraina Verkhovna Rada bahkan memperingatkan masyarakat internasional untuk tak mengamati pemilu legislatif Rusia dan tidak mengakui hasil pemilu di wilayah Krimea dan Sevastopol.

Hubungan Rusia dengan Barat memburuk setelah Semenanjung Krimea melakukan referendum dan memilih untuk meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia pada Maret 2014. Pemerintah Kiev dan Barat terus menyalahkan Rusia atas tuduhan mencampuri urusan dalam negeri Ukraina. Sebagai hukumannya, Barat menjatuhkan beberapa paket sanksi terhadap Moskow. Rusia dengan berulang kali membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa sanksi tersebut merugikan kedua belah pihak.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.