Perusahaan Nikel Rusia Bertanggung Jawab Atas Pencemaran Sungai di Siberia

Norilsk Nickel akhirnya mengaku bertanggung jawab atas pencemaran tersebut.

Warna air Sungai Daldykan dekat kota Norilsk, Siberia, berubah menjadi merah setelah Norilsk Nickel, perusahaan tambang dan peleburan nikel dan paladium Rusia, tak sengaja menumpahkan limbah pabriknya. Demikian hal tersebut dilaporkan media Rusia RT, mengutip siaran pers perusahaan.

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Rusia menduga berubahnya warna air Sungai Daldykan yang berada di wilayah Arktik Rusia ini disebabkan karena kebocoran pipa pabrik Norilsk Nickel. Namun, saat itu perushaan membantah klaim tersebut dan memperlihatkan foto-foto sungai dalam keadaan baik, ‘sebelum tercemar’.

Pada akhirnya, Norilsk Nickel akhirnya mengaku bertanggung jawab atas pencemaran tersebut, dan mengungkapkan bahwa waduk pabrik mereka meluap akibat hujan lebat pada tanggal 5 September. Akibatnya, air di bendungan pabrik tumpah ke Sungai Daldykan, tulis situs BBC Indonesia.

Norilsk Nickel mengklaim bahwa pencemaran ini tidak berdampak buruk baik bagi masyarakat maupun fauna di sekitar sungai. Namun demikian, aktivis Greenpeace Rusia Alexei Kiselyov menyatakan kepada kantor berita AFP bahwa terlalu dini untuk menyebut tidak ada dampak dari pencemaran itu. 

“Anda tidak boleh menyebut bahwa ini bukan masalah besar,” kata Alexei Kiselyov kepada kantor berita AFP, seperti yang dikutip BBC Indonesia.

Kiselyov mengungkapkan, Norilsk Nickel berusaha menghambat investigasi dengan menghalang-halangi penyelidik memeriksa pencemaran yang berasal dari pabrik mereka. Menurut sang aktivis, perusahaan itu menguasai akses di seluruh Semenanjung Taymyr, tempat peristiwa itu terjadi.

Sebagaimana yang dilansir situs RT, Norilsk Nickel mengatakan pihaknya akan mengambil langkah untuk menghilangkan dampak yang ada. Perusahaan itu juga berjanji akan memastikan pabrik mereka mampu menghadapi fenomena alam di masa depan yang berpotensi menyebabkan musibah.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.