Unjuk Solidaritas, Atlet Belarus Bawa Bendera Rusia pada Paralimpiade Rio

Kontingen Paralimpiade Belarus membawa bendera Rusia pada upacara pembukaan Paralimpiade Rio 2016 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (7/9).

Kontingen Paralimpiade Belarus membawa bendera Rusia pada upacara pembukaan Paralimpiade Rio 2016 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (7/9).

Reuters
Aksi yang dilakukan kontingen Belarus ini ternyata juga didukung oleh Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko.

Rombongan atlet Belarus membawa bendera Rusia dalam upacara pembukaan Paralimpiade Rio 2016 sebagai bentuk solidaritas terhadap atlet Rusia yang dilarang untuk berlaga dalam ajang internasional tersebut. Aksi ini terjadi pada Rabu (7/9), demikian dilaporkan RT.

Kehadiran bendera Rusia yang dibawa oleh kontingen atlet Belarus merupakan respons terhadap keputusan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) yang melarang seluruh atlet Rusia untuk bertanding. Keputusan ini didasari oleh skandal doping yang melibatkan sebagian kecil atlet Rusia. Namun demikian, keputusan ini justru berlaku bagi para atlet Rusia yang tidak terlibat dalam kasus tersebut.

Setelah aksi protes yang dilakukan kontingen Belarus pada upacara pembukaan, IPC segera menyita bendera Rusia tersebut dan akan mempertimbangkan apakah organisasi tersebut perlu mengambil langkah khusus untuk menindaklanjuti aksi tersebut.

Pada Olimpiade Rio 2016, Rusia harus memangkas 118 atletnya untuk bisa berlaga. Dari 389 atlet yang didaftarkan ke Brasil, hanya 271 atlet saja yang dinyatakan lolos tes doping. Namun, hal serupa ternyata tak berlaku pada Paralimpiade Rio 2016. Pada Paralimpade kali ini, Rusia sepenuhnya dilarang untuk bertanding.

Atlet Belarus yang membawa bendera Rusia itu diketahui bernama Andrey Fomockhin. Fomochkin adalah mantan juara triatlon musim dingin Uni Soviet dan sekaligus merupakan mantan wakil menteri olahraga dan pariwisata Belarus.

Didukung Presiden

Aksi kontingen Belarus yang mengundang kontroversi tersebut ternyata didukung oleh Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko. Juru Bicara Presiden Belarus Natalia Eismont mengatakan bahwa Minsk terkejut dengan keputusan IPC yang melarang seluruh atlet Rusia untuk berlaga pada Paralimpiade Rio tanpa adanya bukti pelanggaran yang jelas.

Menanggapi hal ini, Moskow menyambut baik aksi yang dilakukan kontingen Belarus di Rio, Brasil.

“Itu merupakan aksi yang berani. Apa yang dilakukan kontingen Belarus layak untuk dipuji, dan kami sangat menghargai aksi solidaritas terhadap atlet Paralimpiade kami yang dilarang untuk berlaga di Paralimpiade Rio,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Larangan terhadap atlet Rusia berawal ketika muncul laporan dari Badan Antidoping Dunia (WADA) yang mengatakan adanya penggunaan zat tertentu untuk meningkatkan performa atlet Rusia.

Atas keputusan IPC tersebut, Komite Nasional Paralimpiade Rusia mengajukan banding melalui Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, CAS menolak permintaan banding tersebut. Rusia kemudian mengajukan upaya banding atas penolakan CAS ke Mahkamah Agung Federal Swiss, tapi juga tetap ditolak.

Sebagai respons terhadap penolakan upaya banding Rusia, beberapa lembaga penyiaran di Rusia memutuskan untuk tidak menyiarkan Paralimpiade Rio.

Rusia kemudian mengadakan kompetisi alternatif di Moskow yang didedikasikan kepada para atlet yang dilarang untuk berlaga di Rio. Sebanyak 263 atlet berpartisipasi dalam kompetisi alternatif tersebut yang terdiri dari tujuh cabang olahraga.

Sebanyak 162 negara akan berkompetisi dalam Paralimpiade Rio 2016 di Stadion Maracana di Rio de Janeiro. Kompetisi olahraga internasional ini akan berlangsung hingga 18 September mendatang.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.