Moskow Kritik Rencana Israel Bangun Permukiman Yahudi di Wilayah Palestina

Implementasi dari rencana yang dilakukan Israel akan berdampak terhadap upaya untuk melanjutkan perundingan damai antara kedua negara.

Implementasi dari rencana yang dilakukan Israel akan berdampak terhadap upaya untuk melanjutkan perundingan damai antara kedua negara.

Reuters / Vostock Photo
Implementasi rencana yang dilakukan Israel akan berdampak pada upaya untuk melanjutkan perundingan damai antara kedua negara.

Rencana untuk membangun permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki Israel dapat berdampak buruk terhadap perundingan di Timur Tengah, demikian hal tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Rusia.

“Moskow menaruh perhatian atas informasi yang menyebutkan bahwa pemerintah Israel membangun 285 rumah di wilayah barat Sungai Yordania, sebelah timur Yerusalem, serta melegalkan 179 rumah yang dibangun tanpa persetujuan resmi di Ofarim,” kata kementerian pada 3 September lalu.

Kemenlu Rusia mengatakan, Moskow dan komunitas internasional menganggap aksi yang dilakukan pemerintah Israel di wilayah Palestina yang mereka duduki tersebut sebagi sesuatu yang ilegal.

“Implementasi rencana yang dilakukan Israel akan berdampak pada upaya untuk melanjutkan perundingan damai antara kedua negara,” kata kementerian.

Berdasarkan laporan pada 31 Agustus lalu, pemerintah Israel mengadopsi rencana untuk membangun perumahan bagi warga Yahudi di bagian barat Sungai Yordania.

Empat mediator internasional (Rusia, AS, Uni Eropa, dan PBB) dalam perundingan di Timur Tengah telah mengkritik aksi Israel tersebut.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.