Pertemuan Lavrov-Kerry di G20 Tergantung pada Kejelasan Posisi AS di Suriah

Rusia ragu AS bisa membedakan antara kelompok ‘teroris’ dan ‘oposisi’.

Pertemuan antara menteri luar negeri AS dan Rusia selama KTT G20 di Tiongkok mungkin terjadi jika Washington secara resmi membuat perbedaan antara kelompok teroris dan kelompok oposisi di Suriah. Demikian hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov, seperti yang dikutip Sputnik, Sabtu (3/9).

“Partisipasi Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam pertemuan G20 di Hangzhou dapat membuka peluang bagi kedua pihak untuk mengadakan komunikasi bilateral secara langsung terkait Suriah. Saat ini, kami belum menentukan waktu untuk melakukan hal tersebut. Namun, yang menjadi masalah bukanlah mengenai waktu, melainkan keraguan kami terhadap Washington yang tidak bisa memberikan perbedaan antara ‘kelompok teroris’ dan ‘kelompok oposisi’ yang saat ini bekerja sama dengan militer AS. Ini adalah hambatan utama untuk menyelesaikan permasalahan di Aleppo,” terang Ryabkov.

Saat ini, para ahli militer dari AS dan Rusia bertemu di Jenewa untuk membahas perbedaan posisi antara Moskow dan Washington.

“Jika dalam waktu dekat pemerintah AS telah menentukan perbedaan antara kelompok teroris dan oposisi dengan jelas, saya rasa tidak akan ada lagi hambatan untuk melakukan pertemuan antara Lavrov dan Kerry di Hangzhou,” kata Ryabkov.

Suriah telah terjerumus dalam perang saudara sejak 2011 yang melibatkan tentara pemerintah Suriah yang pro terhadap Presiden Bashar al-Assad dan kelompok oposisi, serta teroris. Pada 27 Februari lalu, AS dan Rusia melakukan mediasi gencatan senjata di Suriah. Namun, kelompok teroris tidak dimasukkan ke dalam kesepakatan gencatan senjata tersebut.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.