Investor Rusia Lirik Sektor Kesehatan Indonesia

Perusahaan Rusia berencana menanam investasi di bidang pelayanan kesehatan berupa pengadaan kendaraan tes kesehatan bergerak.

Perusahaan Rusia National Telemedicine Agency berencana menanam investasi di Indonesia dalam bidang pelayanan kesehatan berupa pengadaan kendaraan tes kesehatan portable, demikian dilaporkan Bisnis.com, Minggu (28/9). Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Kalimantan Timur Tri Murti Rahayu, yang menjelaskan bahwa lembaga tersebut telah melakukan sosialisasi penerapan Comprehensive Telemedicine System (CTS) yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan telekomunikasi untuk menjamin pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah diakses, tulis Bisnis.com.

Namun menurut Tri, investasi ini masih dalam tahap pengumpulan data dan informasi untuk mematangkan perencanaan, sebelum dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman.

"Belum ada penandatanganan nota kesepahaman terkait rencana kerja sama ini. Prosesnya baru dalam tahap pengumpulan informasi dan data. Pihak Rusia masih perlu waktu untuk mempelajari lebih jauh terkait rencana kerja sama ini, sebelum nanti dilanjutkan dengan MoU," terang Tri seperti dikutip Bisnis.com.

Terkait penerapan CTS, Tri menuturkan investor Rusia hendak menawarkan investasi Mobile Telemedicine Unit (MTU), komponen utama proyek telemedicine berupa kendaraan yang dilengkapi dengan peralatan tes kesehatan. Kendaraan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak memiliki rumah sakit dan klinik, atau yang sulit dijangkau aksesnya.

Telemedicine adalah pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Aplikasi telemedicine saat ini, menggunakan teknologi satelit untuk menyiarkan konsultasi antara fasilitas-fasilitas kesehatan di dua negara dan memakai peralatan video conference.

Selain itu, lanjut Tri, MTU dapat memberikan pelayanan kesehatan dengan dukungan teknologi telemedicine di bawah pengawasan Comprehensive Medical Center yang erada di rumah sakit pusat telemedicine.

"Data dan informasi diperlukan agar mereka mengetahui titik-titik mana saja yang akan dijangkau. Yang jelas, pihak investor Rusia nanti akan kembali ke Kaltim untuk melihat secara langsung kondisi lapangan. Setelah ke lapangan, kemungkinan akan dilanjutkan dengan MoU," terang Tri seperti dikutip Bisnis.com.

Pelayanan kesehatan berbasis teknologi ini diharapkan dapat menjadi sarana yang efisien untuk memberikan pelayanan kesehatan efektif kepada masyarakat serta mengawasi epidemi di kawasan yang sulit dijangkau. "Peralatan kesehatan ini sangat cocok disiapkan untuk kawasan-kawasan yang masih minim tenaga dokter spesialis dan tenaga medis lain," kata Tri menjelaskan.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.

More