Presiden Pertama Ukraina Akui Krimea Bagian dari Rusia

Krimea telah menjadi bagian dari Rusia, kata presiden pertama Ukraina.

Presiden pertama Ukraina Leonid Kravchuk mengakui bahwa Krimea merupakan bagian dari Rusia.

Saat ditanya terkait kemungkinan Semenanjung Krimea dan Donbass akan kembali dikontrol oleh Kiev, Kravchuk mengatakan bahwa “fakta sesungguhnya, Krimea telah menjadi bagian dari Rusia.”

“Mari kita bagi pembahasannya. Donbass akan kembali (kepada pemerintah Kiev) dalam waktu dekat. Sementara Krimea, kita perlu menunggu lebih lama karena semenanjung tersebut kini berada dalam orbit Rusia, dan wilayah ini telah terintegrasi dengan sistem federal Rusia. Fakta sesungguhnya, Krimea telah menjadi bagian dari Rusia.” terang Kravchuk kepada media Ukraina UNN News Agency.

Otoritas Krimea melaksanakan referendum pada 16 Maret 2014 atas dasar keinginan warga semenanjung tersebut untuk kembali bersatu dengan Rusia. Hasil referendum menunjukkan sebanyak 96,7 persen warga Krimea dan 95,6 persen suara di kota Sevastopol menginginkan reunifikasi dengan Rusia.

Kesepakatan penerimaan Republik Krimea dan kota Sevastopol segera disetujui oleh seluruh parlemen Rusia (majelis rendah dan majelis tinggi), setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani hukum federal terkait penggabungan tersebut.

Terlepas dari hasil referendum, Ukraina, AS, dan Uni Eropa tetap menolak untuk mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.