PM Turki: Jika Dibutuhkan, Rusia Boleh Menggunakan Pangkalan Udara Incirlik

Jet-jet tempur Jerman di Pangkalan Udara NATO İncirlik , Turki.

Jet-jet tempur Jerman di Pangkalan Udara NATO İncirlik , Turki.

EPA
Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım menyebutkan bahwa Ankara membuka Pangkalan Udara İncirlik untuk memberantas teroris ISIS.

Ankara tidak akan keberatan jika Rusia menggunakan Pangkalan Udara İncirlik untuk memberantas kelompok teroris ISIS di Suriah. Demikian hal tersebut diisyaratkan Perdana Menteri Turki Binali Yıldırım pada Sabtu (20/8), seperti yang dikutip RT. Namun demikian, sang perdana menteri mengaku bahwa Rusia belum mengajukan permintaan semacam itu kepada Turki.

“Turki membuka Pangkalan Udara İncirlik untuk memberantas teroris ISIS. Saat ini (pangkalan udara itu) digunakan AS, Jerman, dan Qatar. Beberapa negara lain juga berkeinginan untuk menggunakan pangkalan udara ini,” kata Yıldırım dalam konferensi pers, seperti yang dikutip media Turki Anadolu.

Saat ditanya mengenai penggunaan Pangkalan Udara İncirlik oleh Rusia, Yıldırım mengatakan bahwa “Moskow dapat menggunakannya apabila diperlukan.” Namun, ia menekankan bahwa saat ini pihaknya belum menerima permintaan dari Moskow terkait penggunaan Pangkalan Udara İncirlik.

Selain itu, Yıldırım juga membantah spekulasi media bahwa Moskow menekan Ankara untuk menyewakan Pangkalan Udara İncirlik pada Pasukan Kedirgantaraan Rusia, dengan menyebut informasi itu “tidak benar.”

Spekulasi tersebut berawal ketika muncul laporan dari media EurActiv yang mengklaim bahwa AS telah memindahkan senjata nuklirnya dari Pangkalan Udara İncirlik ke Rumania, yang ternyata dibantah oleh Bukares, dan media Rusia Izvestiamelansir artikel yang menyebutkan bahwa Rusia akan segera menggunakan pangkalan militer Turki tersebut.

Sehubungan dengan perbaikan hubungan bilateral Rusia-Turki, media Rusia mengutip perkataan salah satu anggota parlemen Rusia Igor Morozov terkait penggunaan pangkalan tersebut. “Sekarang kita hanya menunggu kesepakatan dengan Erdoğan agar kami dapat menggunakan Pangkalan Udara İncirlik sebagai pangkalan utama bagi Pasukan Kedirgantaraan Rusia,” kata Igor. Sang politikus Rusia menambahkan bahwa Pangkalan Udara İncirlik akan memberikan keuntungan strategis dan mempercepat operasi pemberantasan teroris yang dilakukan Rusia di Suriah.

Namun, Yıldırım memiliki pandangan yang berbeda dengan Morozov. Yıldırım tidak yakin bahwa Moskow akan membutuhkan Pangkalan Udara İncirlik. Menurutnya, Rusia telah memiliki dua pangkalan udara di Suriah, dan İncirlik berada 100 – 150 kilometer dari wilayah yang menjadi target serangan di Suriah. Oleh karena itu, Yıldırım melihat penggunaan Pangkalan Udara İncirlik tidak akan memberikan keuntungan strategis bagi Moskow dalam memberantas kelompok teroris di Suriah.

Sebagian besar pesawat tempur Rusia yang melakukan serangan terhadap kelompok teroris bemarkas di Pangkalan Udara Hmeimim di Suriah, dan baru-baru ini, Rusia juga menggunakan Pangkalan Udara Hamadan di Iran. Pasukan Kedirgantaraan Rusia juga menggunakan Pangkalan Udara di Rusia bagi pesawat-pesawat pengebom strategis jarak jauh, seperti Tu-22, Tu-95, dan Tu-160.

Namun demikian, tulis RT, apabila Moskow memang akan menggunakan Pangkalan Udara İncirlik, keputusan ini sepertinya untuk mengimbangi strategi pertahanan Turki agar lebih condong kepada Rusia dibandingkan NATO, yang telah menjadi anggota kunci aliansi selama puluhan tahun.

Peningkatan kerja sama militer antara Rusia dan Turki kini sangat memungkinkan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal bulan ini. Pertemuan kedua pemimpin tersebut membuka peluang untuk meningkatkan hubungan bilateral yang sempat memburuk setelah insiden penembakan pesawat tempur Rusia oleh AU Turki di Suriah pada November lalu.

Permintaan maaf Erdoğan kepada Putin serta dukungan Moskow terhadap Erdoğan setelah kegagalan kudeta di Ankara telah membawa hubungan bilateral kedua negara kembali ke arah yang lebih baik.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.