Wamenlu Rusia: ISIS Harus Segera Dipisahkan dari Oposisi Moderat Suriah

Amerika Serikat memiliki pendekatan dan prioritas yang berbeda dalam hal ini.

Rusia mendesak penerapan langkah-langkah praktis untuk memisahkan kelompok teroris dengan oposisi moderat di Suriah, demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov dalam wawancara bersama jurnal Mezhdunarodnaya Zhizn, Kamis (11/8).

Kita harus mengambil langkah nyata — bukan sekadar seruan belaka — demi mengisolasi ISIS dan front al-Nusra dari kelompok oposisi moderat. Kita harus memberi kesempatan bagi koalisi pimpinan AS, Rusia, serta pasukan pemerintah Suriah untuk fokus dalam memerangi teroris serta menciptakan prasyarat tambahan bagi kelompok oposisi moderat untuk bergabung dalam perundingan langsung, serta melanjutkan partisipasi mereka di bawah pengawasan Staffan de Mistura (utusan khusus PBB untuk Suriah), terang Ryabkov.

Ryabkov menilai Amerika Serikat memiliki pendekatan dan prioritas yang berbeda dalam hal ini.

Bagi Washington, hal yang paling penting ialah mencegah Rusia dan Damaskus memperkuat posisi pemerintah yang berkuasa di Suriah, termasuk memerangi oposisi,” lanjut Ryabkov.

Menurut Ryabkov, Amerika memaksakan rezim unilateral yang tak seimbang dalam menghentikan kekerasan militer di Suriah. “Pasukan militer dan keamanan Washington ingin mengikat pasukan pemerintah Suriah dengan kesepakatan Rusia-AS pada level tertentu. Tentu, hal itu tak bisa kami terima,” terang sang wakil menteri.

Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.

 

Hak cipta milik Rossiyskaya Gazeta.